- YouTube/ TVNU Televisi Nahdlatul Ulama
NU Memanas! Isu Zionisme Jadi Alasan Gus Yahya Mau Digulingkan dari Ketum PBNU dalam 3 Hari, Ini Poin Akar Masalahnya
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar desakan agar Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri semakin santer jadi sorotan usai beredarnya risalah rapat harian Syuriyah PBNU.
Dokumen risalah tersebut memuat rekomendasi agar Gus Yahya segera melepaskan jabatannya dalam tiga hari atau terpaksa diberhentikan.
Risalah rapat itu juga sejumlah poin persoalan terkait Gus Yahya yang dinilai dapat menimbulkan dampak terhadap marwah dan tata kelola internal PBNU.
Pertama, kehadiran narasumber yang dikaitkan dengan jaringan Zionisme Internasional dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) dianggap bertentangan dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta tidak sejalan dengan Muqaddimah Qanun Asasi NU.
Kedua, rapat menilai pelaksanaan AKN NU dengan menghadirkan narasumber terkait Zionisme di tengah situasi genosida dan kecaman internasional terhadap Israel telah memenuhi ketentuan Pasal 8 huruf a Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13 Tahun 2025. Aturan itu mengatur pemberhentian tidak hormat bagi fungsionaris yang dinilai mencoreng nama baik organisasi.
Ketiga, rapat juga menyoroti tata kelola keuangan PBNU. Disebutkan bahwa terdapat indikasi pelanggaran hukum syariat, ketentuan perundang-undangan, Anggaran Rumah Tangga NU Pasal 97-99, serta aturan organisasi lainnya sehingga dianggap berisiko bagi keberlangsungan badan hukum PBNU.
Dengan mempertimbangkan tiga poin tersebut, Rapat Harian Syuriyah kemudian menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam. Hasil musyawarah ketiganya memutuskan bahwa KH Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dalam waktu tiga hari sejak keputusan diterima.
"Jika dalam waktu 3 (tiga) hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama," bunyi poin terakhir dari rapat harian Syuriyah PBNU.
Gus Ipul Ajak Warga NU Tetap Tenang
Terkait hal tersebut, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf meminta seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan untuk menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh dinamika yang tengah berlangsung.
Gus Ipul selaku Sekjen menegaskan bahwa persoalan yang mencuat saat ini merupakan urusan internal organisasi yang sedang ditangani Syuriyah PBNU sesuai mekanisme yang berlaku.
“Ini dinamika organisasi yang sedang berjalan. Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terbawa arus berita yang menyesatkan, dan tidak memperbesar kesalahpahaman,” ujarnya di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Ia juga menyerukan agar seluruh jajaran tetap menjaga konsolidasi, memelihara ukhuwah, dan menghindari pernyataan yang dapat memperkeruh keadaan.
“Ikuti seluruh perkembangan hanya melalui informasi resmi yang disampaikan jajaran Syuriah PBNU. Jangan terpengaruh kabar yang tidak jelas sumbernya,” katanya.
Menurutnya, seluruh proses organisasi kini berada di bawah kewenangan Syuriah PBNU sebagai pemegang otoritas tertinggi yang dipimpin Rais Aam bersama dua wakilnya.
“Kita serahkan sepenuhnya kepada Rais Aam dan para wakilnya. Insya Allah semua akan diselesaikan dengan baik, proporsional, dan sesuai adab organisasi,” ucapnya.
Gus Ipul juga mengajak warga NU memperbanyak sholawat dan menjaga suasana tetap damai. Ia memastikan dinamika ini akan dirampungkan melalui mekanisme resmi PBNU dengan penuh kehati-hatian.
“Mari tetap menjaga suasana teduh. Perbanyak sholawat, jangan ikut menyebarkan kabar yang tidak pasti,” tuturnya.
Gus Ipul memastikan dinamika internal PBNU akan diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang sah dan penuh kehati-hatian. (rpi)