- Aldi Herlanda/tvOnenews.com
Kasus Teror Ledakan SMAN 72 Jakarta Utara Belum Usai, Pihak Sekolah Ungkap Sosok Pelaku
Jakarta, tvOnenews.com - Insiden teror ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara, Kelapa Gading masih menyita perhatian publik dengan sejumlah perkembangan dalam pengungkapan kasusnya.
Terbaru, Kepala Sekolah SMAN 72, Tetty Helena Tampubolon mengungkap bahwa anak berkonflik dengan hukum (ABH) tersebut sebelumnya pernah mengikuti ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).
Menurutnya saat duduk di Kelas 12 yang bersangkutan sudah tidak lagi aktif di ekskul.
Tetty menegaskan bahwa ABH itu sempat aktif pada kegiatan KIR saat masih kelas 11.
“Ekskulnya itu terakhir kelas 11 KIR, kelas 12 udah enggak aktif,” ucap Tetty.
Tetty mengatakan ia sudah menghubungi pembina KIR untuk memastikan riwayat keterlibatan ABH dalam kegiatan tersebut.
Dari informasi yang diterimanya, ekskul KIR di sekolah itu berfokus pada kegiatan ilmiah dan perlombaan akademik.
“Tadi saya telepon pembinanya waktu kelas 11 itu. Bilang mereka itu kegiatannya pelatihan, mereka ikut lomba astronomi, kebumian,” jelas Tetty.
Adapun, asal usul dan aktivitas di masa lalu pelaku peledak bom itu masih menjadi sorotan, karena dikaitkan dengan aksi nekatnya yang merakit bahan peledak dan diledakan di masjid sekolahnya sendiri.
Polisi masih terus mendalami latar belakang, motif, dan akses ABH berinisial F tersebut terhadap bahan peledak yang diduga dibeli secara daring.
Hingga kini penyelidikan masih berlangsung, sementara kondisi sekolah sudah kembali kondusif pasca kejadian. (rpi/raa)