- Instagram @alvinhrrs/@anitadewl
Drama Panjang Hilangnya Tumbler Tuku Viral Bikin Pegawai KRL Dipecat, KAI sampai Klarifikasi hingga Terungkap Nasib Anita dan Alvin
Jakarta, tvOnenews.com - Insiden hilangnya tumbler Tuku milik netizen bernama Anita yang hilang di KRL Commuter Line berbuntut panjang.
Sebelumnya, viral di media sosial Thread seorang netizen bernama Anita yang mengungkapkan kekesalannya karena kehilangan tumbler Tuku saat menaiki KRL Commuter Line arah Stasiun Rangkas Bitung.
Anita mengatakan, dirinya menaiki KRL Commuter Line dari Stasiun Tanah Abang sekitar pukul 19.00 WIB. Ia pun sampai di tujuan yaitu Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB.
- x.com/anitadewii
Ia kemudian menyadari bahwa kehilangan cooler bag atau tas pendingin. Salah satu isi dari tas itu adalah tumbler Tuku berwarna biru.
"Aku langsung lapor petugas (seragam security), aku menjelaskan keberadaan cooler bag-ku itu, posisi di gerbong khusus wanita," tulis Anita di akun @anitadewl, dikutip Kamis (27/11/2025).
Ia kemudian mengatakan bahwa petugas langsung melapor kejadian kehilangan itu serta meminta nomor yang bisa dihubungi.
Tak lama, petugas itu mengirimkan foto bahwa tas pendingin miliknya sudah ditemukan. Anita pun diminta untuk mengambilnya di Stasiun Rangkas Bitung.
Keesokan harinya, Anita dan suaminya Alvin, datang ke Stasiun Rangkas Bitung untuk mengambil barangnya yang hilang.
Namun, ia terkejut karena tumbler Tuku yang ada di dalamnya tidak bisa ditemukan.
"PS (petugas security) di sana tidak mengetahui di mana tumbler Tuku itu, dan PS jujur kalau dia tidak mengecek saat serah terima dengan security Walka saat itu. Aku dan suami pun mengecek ke ruangan Walka tetapi tetap tidak ada," tulis dia lagi.
Singkat cerita, suami Anita menghubungi petugas dan meminta pertanggung jawaban tentang tumbler Tuku yang hilang itu.
Di dalam unggahannya, Anita menuding bahwa petugas itulah yang harus bertanggung jawab atas kehilangannya.
Klarifikasi Petugas KRL Commuter Soal Hilangnya Tumbler Tuku
Menanggapi soal kehilangan tumbler Tuku itu, petugas KRL Commuter Line bernama Argi pun angkat bicara.
Melalui akun Thread dengan nama @argi_bdysh, ia menjelaskan bahwa gara-gara kejadian ini ia dipecat dari pekerjaannya.
Argi mengakui bahwa ketika menemukan tas pendingin tersebut, langsung membawanya ke ruang barang hilang tanpa membukanya.
Oleh karena itu, ia tidak mengetahui detail isi dari tas pendingin tersebut.
Namun, sebagai bentuk pertanggungjawaban, Argi pun bersedia membelikan tumbler Tuku serupa. Ia juga bersedia menemani Alvin dan Anita untuk mengecek CCTV.
"Saya siap Pak untuk mendampingi untuk melakukan cek CCTV mulai dari surat kehilangan-kehilangan dari staasiunnya, dan kita buat juga surat kehilangan dari kepolisian setelah itu kita ke Stasiun Juanda untuk melakukan cek CCTV-nya," kata Argi dalam pesan kepada Alvin,.
Namun, hal ini tidak dipedulikan oleh Alvin ataupun Anita sampai Argi harus kehilangan pekerjaannya.
"Sekarang pekerjaan saya di ujung tanduk (diberhentikan) karena Bapak/istri Bapak posting di salah satu media sosial," katanya.
KAI Klarifikasi
Kasus Tumbler hilang ini mendapatkan perhatian KAI Commuter Indonesia (KCI).
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan bahwa pegawai yang bersangkutan tidak dipecat.
"Pihak mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi," kata Karina dalam keterangannya.
Ia menegaskan, KCI akan melakukan investigasi menyeluruh terkait kejadian ini.
Nasib Anita dan Alvin di Ujung Tanduk
Viralnya tumbler Tuku yang hilang ini menjadi perhatian besar netizen. Bahkan, pekerjaan Anita dan Alvin terancam.
Sebab, netizen merasa geram dengan kelakuan Anita dan Alvin yang membuat seorang pegawai KRL Commuter Line terancam kehilangan pekerjaan.
Akun Instagram kantor Alvin, @roemahkoffie sampai digeruduk netizen, meminta agar suami Anita itu dipecat.
Menanggapi tuntutan netizen itu, Roemah Koffie pun memberikan klarifikasi.
Toko kopi itu menegaskan bahwa pihaknya sedang mendalami kejadian yang sedang viral dan jadi perhatian ini.
"Dari sisi kami, manajemen Roemah Koffie sedang mengumpulkan informasi dan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan agar setiap anggota tim tetap memahami dan menjaga nilai empati, tanggung jawab, dan rasa hormat yang kami pegang bersama," tulis akun tersebut.
Sementara itu, muncul kabar Anita dipecat dari tempat bekerjanya.
Melalui akun Instagram perusahaan pialang asuransi, Daidan Utama, ditegaskan bahwa Anita sudah tidak bekerja di tempat itu.
"Kami telah melakukan proses investigasi mengenai peristiwa ini, dan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan ini kami ingin menginformasikan bahwa per tanggal 27 November 2025 ybs sudah tidak bekerja lagi di perusahaan kami," tulis akun @daidanutama.
Meski demikian, akun perusahaan pialang itu tidak menjelaskan nama dan rincian kasus yang sedang terjadi. (iwh)