news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sarmidi Husna ditemui dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/11)..
Sumber :
  • Antara

Katib Syuriyah Soal Pencopotan Jabatan Ketua Umum PBNU: Kalau Gus Yahya Keberatan, Silakan...

Katib Syuriyah PBNU, KH Sarmidi Husna mempersilakan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) selaku Ketua Umum PBNU untuk menempuh majelis tahkim untuk menuntaskan polemik di PBNU.
Kamis, 27 November 2025 - 17:34 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Sarmidi Husna mempersilakan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) selaku Ketua Umum PBNU untuk menempuh majelis tahkim untuk menuntaskan polemik di PBNU.

Hal itu dikatakan Kiai Sarmidi, menanggapi polemik yang menyebabkan Gus Yahya tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang beredar pada Rabu (26/11).

"Kalau Gus Yahya keberatan, silakan menempuh keberatan melalui majelis tahkim. Jalurnya ada, prosedurnya jelas," kata Kiai Sarmidi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/11).

Sarmidi menjelaskan, jalur majelis tahkim NU merupakan jalur yang ada dan resmi, yang tertuang dalam Peraturan Perkumpulan NU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelesaian Perselisihan Internal.

Ia mengimbau warga NU dan masyarakat luas tidak mudah terprovokasi oleh kabar-kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Jangan terlalu mempercayai kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ini masalah internal. Ada substansi yang saat ini sedang dijalankan Syuriyah. Nanti akan ada permusyawaratan-permusyawaratan yang akan memperjelas," ujar Sarmidi Husna.

Turut diketahui, sebelumnya, Gus Yahya meminta polemik internal dalam kepengurusan PBNU yang mengarah pada pemberhentiannya sebagai ketua umum diselesaikan bersama dalam Muktamar NU.

"Mari kita selesaikan dengan lebih terhormat. Apapun masalahnya, kalau masih ada yang tidak terselesaikan, mari kita selesaikan melalui muktamar, sehingga keutuhan organisasi terjaga, integritas organisasi tidak ternodai," katanya, Rabu (26/11).

Gus Yahya menyadari bahwa selama masa kepemimpinannya tentu ia tak luput dari kesalahan-kesalahan sebagaimana yang terjadi di dalam organisasi-organisasi lainnya.

"Tentu dalam memimpin saya tidak lepas dari kesalahan, untuk itu saya mengimbau kepada seluruh jajaran PBNU, termasuk memohon kepada Rais Aam untuk memikirkan dengan lebih dalam soal ini. Mari kita jaga keutuhan NU ini, kita jaga integritas organisasi. Saya tahu bahwa sebagai ketua umum, jelas saya juga melakukan kesalahan-kesalahan karena tidak ada orang yang sempurna," ujar Gus Yahya. (ant/dpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral