- dok. BNPB
Update Sementara Korban Banjir di Aceh: 6 Warga Meninggal, 11 Hilang
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah kembali mengerahkan bantuan besar-besaran untuk penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, di tengah laporan korban yang terus bertambah dan masih simpang siur akibat gangguan komunikasi di sejumlah daerah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan pendataan korban masih terkendala akses jaringan yang rusak.
“Untuk data korban hingga saat ini kami masih terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Ada beberapa pemerintah daerah yang masih kesulitan untuk melaporkan karena jaringan komunikasi yang masih terganggu,” ujarnya, dalam keterangan video, Jumat (28/11/2025).
Meski demikian, BNPB berhasil memperbarui data sementara korban di Aceh.
“Tapi untuk sementara bisa kami update datanya untuk Aceh, Provinsi Aceh, yang sebelumnya tidak ada korban jiwa,” kata Abdul.
Laporan terbaru menyebutkan korban meninggal di Bener Meriah mencapai lima orang, sementara sembilan lainnya masih hilang.
“Kemarin Bupati Bener Meriah dan Gayo Lues menyampaikan laporan bahwa untuk Bener Meriah ada lima orang korban jiwa meninggal dunia dan sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang,” ujarnya.
Sementara itu, longsor di Kabupaten Gayo Lues menambah jumlah korban.
“Kemudian untuk kejadian longsor di Keopaten Gayo Lues itu satu orang meninggal dunia dan dua orang masih hilang. Jadi untuk Provinsi Aceh secara total ada enam korban jiwa meninggal dunia serta sebelas korban lainnya masih dinyatakan hilang,” tambahnya.
Abdul menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara.
“Ini tentu saja masih dalam verifikasi dan validasi di lapangan termasuk juga korban terdampak, jumlah pengungsi dan lain-lain,” katanya.
Di tengah situasi kritis ini, pemerintah pusat mengerahkan dukungan logistik dalam skala besar. Atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, empat pesawat angkut militer diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat pagi (28/11), untuk mempercepat penanganan darurat.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan pengerahan dilakukan sejak pukul 07.30 WIB, hanya beberapa jam setelah Presiden mengeluarkan perintah pada Kamis malam.
“Jadi pagi ini sekitar pukul setengah delapan pagi, telah diberangkatkan, atas instruksi langsung Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait, untuk memberangkatkan pagi ini empat pesawat, tiga pesawat Hercules, kemudian satu pesawat A400 yang awal bulan ini tiba di Tanah Air untuk terbang ke tiga provinsi yang terdampak bencana,” ujarnya.
Keempat pesawat tersebut dibagi ke tiga titik strategis demi mempercepat distribusi bantuan.
“Jadi akan ke Padang, Sumatra Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, itu tepatnya nanti akan ke bandara Silangit, Sumatra Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe Aceh Utara karena adalah bandara terdekat dengan lokasi terdampak,” ungkap Teddy.
Dengan kondisi lapangan yang masih tak stabil dan laporan korban yang terus diperbarui, pemerintah menegaskan operasi bantuan akan dilanjutkan tanpa jeda, sambil menunggu validasi resmi dari daerah terdampak. (agr)