news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (24/11/2025)..
Sumber :
  • tim tvOne/Antara

Walhi Sebut Banjir di Sumatra Akibat Bencana Ekologis, Apa itu? Begini Dampak Seriusnya bagi Ekosistem Alam

Walhi menyebut banjir di Sumatra sebagai bencana ekologis akibat rusaknya hutan dan kawasan penyangga. Kerusakan ini berdampak serius pada ekosistem.
Sabtu, 29 November 2025 - 19:13 WIB
Reporter:
Editor :

Akibatnya, wilayah yang dulunya aman dari banjir kini justru menjadi titik rawan bencana setiap kali musim hujan tiba.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dan ekspansi kawasan industri tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan turut memperparah kondisi ini.

Banyak sungai yang dangkal akibat sedimentasi, drainase yang tersumbat, serta berkurangnya ruang hijau di kawasan perkotaan membuat air hujan tidak memiliki tempat untuk mengalir dengan aman.

Dampak Serius Bencana Ekologis bagi Ekosistem dan Masyarakat

Gajah Ditemukan Mati Akibat Banjir di Pidie Jaya Aceh, Setengah Badannya Terkubur dan Kepalanya Mengarah ke Bawah
Sumber :
  • FB Anggoro-Antara

 

Bencana ekologis seperti banjir di Sumatera bukan hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekosistem dan kehidupan masyarakat lokal.

Pertama, dari sisi lingkungan, banjir besar menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati.

Banyak flora dan fauna yang habitatnya rusak atau hilang akibat luapan air dan longsor.

Kawasan hutan yang sebelumnya menjadi tempat hidup berbagai spesies kini berubah menjadi lahan terbuka dan terendam lumpur.

Kedua, dari sisi sosial, masyarakat di daerah terdampak harus menghadapi kerusakan rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur publik.

Ribuan orang harus mengungsi karena rumah mereka terendam air, sementara akses jalan dan jembatan banyak yang rusak parah.

Ketiga, dari sisi ekonomi, bencana ekologis memicu penurunan produktivitas pertanian dan perikanan, serta meningkatnya biaya perbaikan infrastruktur.

Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menurunkan kesejahteraan masyarakat pedesaan yang sangat bergantung pada sumber daya alam.

Pola bencana seperti ini akan terus berulang selama kebijakan pembangunan tidak berpihak pada kelestarian lingkungan.

Tanpa adanya rehabilitasi kawasan hulu dan perlindungan daerah tangkapan air, risiko bencana ekologis akan semakin besar di masa mendatang.

Pentingnya moratorium izin industri ekstraktif di wilayah rawan bencana dan memperketat penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan.

Selain itu, masyarakat diharapkan dilibatkan secara aktif dalam menjaga daerah aliran sungai agar ekosistem tetap seimbang dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Fenomena banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kali ini menjadi pengingat bahwa kerusakan alam tidak bisa lagi dipandang remeh.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral