news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

74 Warga Tewas dan 78 Masih Hilang di Agam Sumbar, BNPB Ungkap Skala Mengerikan Bencana Cuaca Ekstrem.
Sumber :
  • Dok.BNPB

Polda Riau Kerahkan 390 Personel dan K9 untuk Bantu Evakuasi Korban Banjir Bandang di Agam

Polda Riau kerahkan 390 personel, alat berat, dan K9 untuk mencari korban banjir bandang di Agam. Hingga kini 78 korban masih dinyatakan hilang.
Minggu, 30 November 2025 - 16:11 WIB
Reporter:
Editor :

Agam, tvOnenews.com – Upaya pencarian dan evakuasi korban banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus diperkuat. Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengerahkan 390 personel tambahan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat di wilayah terdampak.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan bahwa personel yang diturunkan berasal dari satuan Brimob dan Samapta yang memiliki kemampuan khusus dalam rescue dan operasi SAR. Ia menegaskan bahwa pengerahan ini merupakan bentuk dukungan lintas provinsi dalam situasi bencana berskala besar.

"Kami sudah membackup 390 personel untuk penanganan bencana di Sumbar sejak dua hari lalu," ujar Herry Heryawan di Lubuk Basung, Minggu.

Dukungan Dari Peralatan Hingga Logistik

Selain personel, Polda Riau juga mengirimkan alat berat berupa dua ekskavator guna mempercepat proses pembukaan akses yang tertutup material longsor serta mempercepat mobilisasi evakuasi korban. Bantuan logistik seperti bahan makanan, dapur umum, perlengkapan kesehatan, hingga tim Disaster Victim Identification (DVI) turut disertakan.

"Kami hadir di sini tidak hanya untuk operasi pencarian, tetapi juga memberikan dukungan kemanusiaan. Ini luka kita bersama," ujar Herry.

Keberadaan dapur umum dan posko kesehatan diharapkan mampu membantu ribuan warga yang terdampak serta pengungsi yang masih berada di lokasi aman.

Dua Anjing Pelacak Dikerahkan

Dalam upaya mempercepat pencarian korban hilang, Polda Riau menerjunkan dua anjing pelacak (K9). Kedua K9 tersebut fokus bekerja di wilayah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, yang menjadi salah satu lokasi terparah dengan korban terbanyak belum ditemukan.

Tak hanya itu, Mabes Polri juga dijadwalkan menurunkan empat ekor anjing pelacak tambahan untuk memperkuat area pencarian.

“Dua K9 sudah bekerja di lapangan, dan Mabes Polri akan mengirim tambahan empat ekor lagi untuk memperluas area pencarian,” jelas Herry.

Wilayah Masih Terisolasi

Beberapa daerah terdampak banjir bandang di Agam masih terisolasi akibat akses jalan tertimbun material tanah longsor dan pohon tumbang. Hal ini membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan memerlukan dukungan alat berat yang lebih banyak.

Koordinasi intensif dilakukan bersama TNI, Basarnas, BPBD, dan relawan lokal untuk memastikan korban yang masih hilang dapat ditemukan secepat mungkin.

Data Korban Terus Bertambah

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat 85 korban ditemukan, baik selamat maupun dalam kondisi meninggal dunia akibat banjir bandang, tanah longsor, dan limpasan air dari wilayah hulu. Sementara itu, 78 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan masuk dalam daftar pencarian.

Bencana ini melanda sejumlah kecamatan seperti Palembayan, Tanjung Raya, Malalak, dan Matur. Kondisi geografis perbukitan dan curah hujan tinggi disebut menjadi pemicu longsor yang kemudian memicu banjir bandang besar.

Penanganan Berkelanjutan

Proses evakuasi diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari hingga akses darat terbuka dan semua korban ditemukan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memfokuskan upaya pada fase tanggap darurat sebelum beralih ke rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Misi utama saat ini adalah menemukan semua korban dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar,” tegas Kapolda Riau.

Banjir bandang di Agam menjadi salah satu bencana terbesar yang terjadi di Sumatera Barat pada tahun ini, dengan dampak signifikan baik pada warga, infrastruktur, hingga akses ekonomi lokal. (ant/nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral