news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI Ke-1 Soekarno.
Sumber :
  • tim tvOne

Profil Soekarno Presiden Pertama RI, Sang Proklamator

Nama Soekarno tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, Soekarno dikenal sebagai Bapak Proklamator sekaligus presiden pertama Republik Indonesia.
Senin, 9 Mei 2022 - 12:09 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta - Nama Soekarno tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Republik Indonesia, Soekarno dikenal sebagai Bapak Proklamator sekaligus presiden pertama Republik Indonesia.

Perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan tentu tak bisa lepas dari nama besarnya. Soekarno merupakan sang proklamator naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang menjadi tonggak awal Indonesia merdeka.

Sosoknya yang karismatik dan tegas membuatnya hingga kini pun masih begitu dikagumi oleh rakyat Indonesia, bahkan disegani oleh para pemimpin dunia.

Masa Kecil Soekarno 

Soekarno atau yang akrab dipanggil Bung Karno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901. Ia merupakan anak dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. 

Pada saat usianya 6 tahun, Soekarno pindah dengan keluarganya ke Mojokerto. Soekarno lahir dan dibesarkan ditengah–tengah kemiskinan yang keadaan keluarganya serba kekurangan secara materi. Bahkan saking miskinnya, mereka hampir tidak pernah merayakan menyambut Lebaran.

Sejak lahir Soekarno memiliki nama Kusno, namun karena sering sakit-sakitan kedua orang tuanya mengganti namanya menjadi Karno saat usianya menginjak 11 tahun. Ia pernah diserang penyakit tipus dalam waktu yang lama. Bahkan ia menggambarkan dirinya berada di ambang kematian. Kala itu hanya sang ayah yang mendorong Soekarno untuk tetap hidup.

Pendidikan 

Soekarno pertama kali bersekolah di Tulung Agung meski akhirnya pindah di Mojokerto mengikuti orang tuanya yang ditugaskan di sana.

Selanjutnya, Soekarno bersekolah di Eerste Inlandse School, namun pindah ke Europeesche Lagere School (ELS) tahun 1911 agar mudah melanjutkan ke Hoogere Burger School (HBS) di Surabaya, Jawa Timur.

Kemudian Soekarno melanjutkan bersekolah di Hoogere Burger School (HBS) pada tahun 1915. Ia bertemu tokoh-tokoh organisasi Sarekat Islam diantaranya Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis. Di Surabaya Soekarno sempat menumpang di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto pimpinan organisasi Sarekat Islam. Disinilah Soekarno mulai mengenal dunia politik. 

Saat bersekolah di Hoogere Burger School (HBS), jiwa nasionalisme Soekarno pun lahir. Tidak hanya itu, Soekarno mulai aktif dalam organisasi pemuda Tri Koro Dharmo yang dibentuk organisasi Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian diganti menjadi Pemuda Jawa di tahun 1918.

Selepas lulus dari HBS tahun 1920, Soekarno pindah ke Bandung dan melanjutkan pendidikan di Technische Hooge School (THS) Bandung (sekarang menjadi ITB).  Ia mengambil jurusan Teknik Sipil. Pada 25 Mei 1926, ia berhasil meraih gelar insinyur "Ir".

Masa Perjuangan 

Pada tahun 1926 setelah lulus sekolah, Soekarno mendirikan organisasi dengan nama Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini merupakan cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia pada 4 Juli 1927. Berkat usahanya, akhirnya PNI tumbuh dan berkembang di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

Namun, gerakan PNI yang ingin memiliki tujuan Indonesia Merdeka, membuat Soekarno ditangkap oleh pemerintah Belanda dan ditahan di Penjara Banceuy, Bandung pada tahun 1929. Lalu, setahun kemudian ia dipindahkan ke Penjara Sukamiskin di Kota Kembang, Bandung.

Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah hingga PNI dibubarkan pada Juli 1930. 

Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo) dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Menjadi Bapak Proklamasi sekaligus Presiden Pertama RI 

Pada tanggal 16 Agustus terjadi peristiwa Rengasdengklok yang menyebabkan Para pemuda PETA membawa Soekarno, Hatta, dan para tokoh penting lainnya ke Rengasdengklok untuk membujuk mereka segera mengikrarkan proklamasi karena sedang terjadi kevakuman kekuasaan akibat Jepang menyerah kepada sekutu setelah Hiroshima dan Nagasaki dibom atom.

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 pun, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia di kediaman Soekarno Jl. Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Sehari setelah proklamasi kemerdekaan 18 Agustus 1945 dalam sidang PPKI, Soekarno dan Hatta terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebelumnya, Soekarno juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Akhir Perjalanan

Soekarno menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia selama 22 tahun (1945-1967). Setelah Soekarno lengser kemudian digantikan oleh Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. 

Setelahnya kesehatan Soekarno terus menurun, sehingga menyebabkan ia meninggal pada Minggu, 21 Juni 1970 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta. Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. (MG1/ito)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:01
01:37
02:12
03:18
08:28
02:19

Viral