news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gajah Dimanfaatkan untuk Bersihkan Puing Banjir, Pakar UGM Lontarkan Kritik Keras: Alam Hutan Bukan Punya Manusia.
Sumber :
  • istimewa

Gajah Dimanfaatkan untuk Bersihkan Puing Banjir, Pakar UGM Lontarkan Kritik Keras: Alam Hutan Bukan Punya Manusia

Pemanfaat gajah untuk bersikan puing banjir bandang di Aceh mendapat kritikan keras dari Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof Dr drh Raden Wisnu
Selasa, 16 Desember 2025 - 18:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemanfaat gajah untuk bersikan puing banjir bandang di Aceh mendapat kritikan keras dari Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof Dr drh Raden Wisnu Nurcahyo.

Untuk diketahui, langkah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh telah menurunkan empat gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) untuk membantu membersihkan puing-puisi usai banjir.

Keempat gajah bernama Abu, Midok, Azis, dan Nonik itu merupakan gajah jinak yang terlatih oleh Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar. Mereka membantu menyingkirkan tumpukan kayu dan material berat.

Sebelum gajah itu dikirim ke Pidie, BKSDA mengklaim telah melakukan pengecekan pada gajah-gajah tersebut. 

Abu dkk juga gajah-gajah yang diturunkan untuk membersihkan puing-puing di Aceh usai tsunami.

Menyikapi hal ini, Wisnu menyebut empat gajah sumatera itu menghadapi risiko kesehatan dan kesejahteraan. 

Kondisi lapangan yang dipenuhi oleh puing-puing bangunan dan material tajam dapat membawa penyakit menular pada gajah.

"Jadi, sebetulnya gajah-gajah yang dikerahkan membersihkan puing pascabencana itu sebenarnya menyalahi hak kesejahteraan hewan. Karena apa? Di sini kan gajah seperti dipekerjakan," cetus Wisnu dalam laman UGM, dikutip pada Selasa (16/12/2025).

Bahkan ia menilai bahwa pengerahan gajah pada lokasi bencana juga melanggar lima prinsip kebebasan (Five Freedoms) dalam animal welfare yang seharusnya dipenuhi.

Kemudian ia katakan, prinsip itu menunjukkan bahwa satwa harus bebas dari lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan, bebas dari rasa sakit, cedera, dan penyakit, serta bebas mengekspresikan perilaku normal, dan bebas dari rasa takut dan tertekan.

Menurutnya, pengerahan gajah hanya dapat dibenarkan pada keadaan sangat darurat ketika alat berat tidak tersedia atau tidak dapat menjangkau lokasi.

Wisnu juga menyebut bahwa gajah yang dipaksa bekerja di lingkungan ekstrem juga rentan mengalami stres. Wisnu mengatakan gajah yang lelah cenderung menolak perintah pawang dan dapat memberontak.

"Aktivitas mereka umumnya terbatas pada makan, istirahat, atau patroli sesekali. Karena itu, menempatkan mereka pada kondisi ekstrempascabencana berisiko tinggi, baik bagi kesehatan maupun keselamatan mereka," bebernya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral