- ANTARA
Trump Klaim AS Luncurkan Serangan Mematikan ke ISIS di Nigeria, Dilakukan Tepat Hari Natal
“Departemen Pertahanan selalu siap, dan ISIS mengetahuinya malam ini — tepat pada Hari Natal. Akan ada langkah lanjutan,” tulis Hegseth, seraya menyampaikan terima kasih atas kerja sama pemerintah Nigeria.
Pernyataan tersebut menguatkan dugaan bahwa Amerika Serikat masih akan meningkatkan tekanan militer terhadap kelompok teroris yang beroperasi di Afrika Barat.
Nigeria Masuk Daftar Negara Perhatian Khusus
Isu kekerasan terhadap umat Kristen di Nigeria memang telah lama menjadi sorotan internasional. Pada akhir Oktober lalu, Trump bahkan meminta Komite Anggaran DPR AS untuk menyelidiki dugaan pembantaian massal terhadap umat Kristen di Nigeria oleh kelompok ISIS.
Trump juga menyatakan telah menetapkan Nigeria sebagai Country of Particular Concern atau negara yang menjadi perhatian khusus terkait kebebasan beragama. Ia tidak menutup kemungkinan pengiriman pasukan AS ke Nigeria jika situasi dinilai semakin memburuk.
Sejalan dengan itu, pemerintah Nigeria sendiri telah membentuk komite khusus di parlemen untuk merespons kekhawatiran dunia internasional terkait penganiayaan terhadap umat Kristen.
Laporan Internasional Perkuat Kekhawatiran
Berdasarkan laporan tahunan World Watch List 2025 yang diterbitkan organisasi Open Doors, Nigeria menempati peringkat ketujuh negara dengan tingkat penganiayaan paling ekstrem terhadap umat Kristen di dunia.
Laporan tersebut mencatat bahwa serangan kelompok bersenjata, termasuk ISIS dan afiliasinya, kerap menargetkan komunitas agama di berbagai wilayah Nigeria, terutama di bagian utara dan barat laut.
Dengan eskalasi serangan militer AS ini, dinamika keamanan di Nigeria diperkirakan akan menjadi perhatian global dalam waktu dekat, terutama terkait peran Amerika Serikat dalam konflik bersenjata di Afrika Barat. (nsp)