news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Trauma Pelecehan.
Sumber :
  • Freepik/jcomp

Mahasiswi UNIMA Tewas Diduga Bunuh Diri, Ungkap Pesan Terakhir soal Trauma Pelecehan Seksual

Mahasiswi UNIMA tewas diduga bunuh diri, sebelumnya ia menulis surat aduan pelecehan seksual oleh dosen. Korban alami tekanan dan trauma mendalam.
Jumat, 2 Januari 2026 - 14:17 WIB
Reporter:
Editor :

"Sebelum saya pergi, tepatnya jam 14.20, saya sudah share live location di grup WA teman saya,” tulis EMM. Saat tiba, DM menyuruhnya naik ke mobil.

EMM mengaku sempat curiga karena dosen tersebut hanya mengatakan dirinya sedang kelelahan tanpa tujuan jelas.

Korban pun langsung memberi tahu temannya agar terus memantau lokasi lewat aplikasi.

"Saya bilang kalau HP saya tidak aktif, kalian ikuti live location saya. Mobil berhenti di dekat pascasarjana, beliau memaksa saya duduk di depan. Saya menolak, tapi beliau tetap memaksa,” tulis EMM dalam suratnya.

Di dalam mobil itulah korban mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh. EMM menggambarkan bahwa DM melakukan tindakan yang tidak mencerminkan seorang pendidik.

“Saya semakin benci sama mner, karena dengan perlakuannya tidak mencerminkan dia adalah dosen. Pada saat itu beliau berkata bahwa dia adalah dosen yang paling bahagia,” ungkap EMM.

Beberapa hari kemudian, tepatnya 16 Desember 2025, DM kembali mengirim pesan kepada EMM. Namun korban tidak membalasnya.

Dalam suratnya, EMM menulis bahwa sebagian bukti percakapan telah terhapus karena fitur pesan otomatis, meski ia sempat mengambil tangkapan layar sebagian chat tersebut.

“Saya takut HP saya mati karena baterainya sedikit, dan posisinya sempat jatuh,” tulisnya.

Lebih lanjut, EMM menegaskan bahwa tujuan ia menulis surat pengaduan tersebut adalah agar pihak kampus menindak tegas oknum dosen tersebut.

"Saya berharap pihak kampus tidak membiarkan orang seperti itu berada di lingkungan kampus. Dampak yang saya dapat adalah trauma dan ketakutan,” tulisnya.

Ia juga menulis perasaan malu dan takut jika bertemu DM di kampus karena khawatir akan menjadi bahan pembicaraan mahasiswa lain.

“Saya tertekan dengan masalah tersebut,” ungkapnya dalam kalimat terakhir surat itu.

Namun belum sempat mendapatkan tanggapan resmi dari kampus, EMM ditemukan tewas tergantung di indekosnya di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, pada Selasa, 30 Desember 2025.

Kasat Reskrim Polres Tomohon, Iptu Royke Raymon Yafet Mantiri, membenarkan temuan tersebut.

“Berdasarkan hasil olah TKP, itu murni gantung diri," ujarnya. (adk)

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral