- Dokumentasi BPMI Sekretariat Presiden
Prabowo Restui Satgas Kuala, Operasi Besar Keruk Sungai dan Olah Air Berlumpur Jadi Layak Konsumsi
“Kita bongkar itu ya. Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi sama gubernur-gubernur ya. Silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering, mungkin dari (BUMN) karya, dari PU (Pekerjaan Umum), dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu, dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering work. Ini kan engineering work skala besar ya,” kata Prabowo.
Dalam rapat yang sama, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, turut menyampaikan usulan pemanfaatan alat pengerukan milik penambang di Bangka Belitung yang dikenal memiliki daya sedot tinggi.
“Itu daya sedotnya luar biasa, mereka cepat sekali, Pak,” kata Tito.
Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengerukan kuala sebagai operasi besar nasional, termasuk dari sisi pendanaan.
“Sudahlah! Kita bikin operasi besar saja. This is a big… big engineering operation. Saya sangat setuju. Ada perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian di bidang ini,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menekankan agar jajarannya tidak ragu soal anggaran. Ia menyatakan siap menambah biaya jika diperlukan demi keberhasilan operasi tersebut.
“Tadinya diajukan Rp51 triliun sekian, saya commit Rp60 triliun. Berapa pun yang kita butuhkan. Saya kira dengan upaya nanti dredging kuala-kuala itu akan keluar uang lagi. Nggak ada masalah,” tegasnya.
Setelah mendapat restu Presiden, Sjafrie melaporkan bahwa Satgas Kuala telah resmi dibentuk dan akan segera bergerak. Satgas ini terdiri dari dua komposisi utama, yakni tim pendalaman kuala dan tim pemanfaatan air.
“Hari ini sudah kita bentuk Satgas Kuala. Satgas Kuala ini terdiri dari dua komposisi, satu komposisi untuk pendalaman kuala, dan satu komposisi untuk pemanfaatan air yang ada di kuala. Di dua komposisi kapal ini, akan kita naikkan water treatment system sehingga air yang ada di kuala kita ambil, kita olah, sehingga menjadi air jernih,” jelas Sjafrie.
Ia memastikan, Satgas Kuala akan mulai beroperasi dalam dua pekan ke depan dengan sasaran awal Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Operasi ini diharapkan menjadi tonggak percepatan pemulihan lingkungan, infrastruktur, dan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. (agr/dpi)