- Istimewa
Polisi Ungkap Fakta Baru: Pengemudi Mazda CX-5 yang Tabrak Kereta Bukan Penabrak yang Tewaskan Pemotor dan Pejalan Kaki di Jakut
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengamankan pengemudi mobil Mazda CX-5 berinisial JC yang terlibat kecelakaan beruntun hingga terserempet kereta, saat melintas di Jalan Gunung Sahari arah Utara, tepatnya di Perlintasan Rel Kereta Mangga dua Square Wilayah Pademangan, Jakarta Utara, pada Jumat (2/1) sekitar pukul 02.35 WIB.
Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani mengungkapkan bahwa JC berstatus sebagai saksi.
“JC diamankan sebagai saksi,” kata Ojo, kepada wartawan, Jumat (2/1).
Lebih lanjut, Ojo menerangkan, bahwa JC bukan orang yang menabrak pengemudi motor dan pejalan kaki di Tanah Sereal, melainkan rekannya. Namun usai menabrak, JC langsung mengambil alih menyetir menggantikan rekannya.
“Penabrak orang di Tanah Sereal juga bukan JC, tapi rekannya JC, sedang kita cari karena lari saat bergantian mengemudi antara temennya JC dengan JC. Saat kejadian nabrak di Tanah Sereal temennya JC yang nyetir, karena kurang yakin JC kepada temennya karena abis nabrak itu maka kemudi diambil alih oleh JC,” tutur Ojo.
Sementara itu, saat JC menyetir, beberapa orang mengejar JC sehingga mengakibatkan kepanikan dan menabrak palang pintu kereta api yang sudah tertutup.
“Ternyata JC saat mengemudi dikejar oleh orang-orang yang dari Tanah Serel, karena panik maka JC saat melintas rel KA di Gunung Sahari menabrak lomomotif yang sedang melintas, padahal palang pintu KA sudah tertutup dan sudah terdengar tanda bunyi KA,” tegas Ojo.
Kemudian, Ojo mengungkapkan, saat ini pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap JC, dan dipastikan saat menyetir tidak dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol.
“Tidak mabuk dia, sudah test alkohol dan urin, dia tabrak lokomotif bukan ditabrak,” tutur Ojo.
Sebelumnya, Kanit Gakkum Satlantas Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto menerangkan, mobil ini awalnya menabrak motor hingga pejalan kaki. Akibatnya dua orang tewas, dan satu lainnya dilarikan ke RSUD Tarakan.
“Telah terjadi kecelakaan antara kendaraan mobil minibus dengan dua kendaraan sepeda motor dan seorang pejalan kaki. Korban meninggal dunia pengendara sepeda motor berinisial S (16), pembonceng sepeda motor berinisial V (21),” jelas Joko, dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Joko mengungkapkan bahwa korban S dan V meninggal dunia usai mengalami luka pada kepala, kaki, dan tangan.
Sementara itu, pengendara motor lainnya, yakni RNJ (17) mengalami luka pada bagian tangan dan kaki memar dan pejalan kaki berinisial MD (10) mengalami luka pada bagian kaki, tangan, dan kepala memar, keduanya di rawat di RSUD Tarakan.
Adapun kronologi kecelakaan ini terjadi saat kendaraan mobil minibus melaju di Jalan Tanah Sereal IV dari arah Selatan mengarah ke Utara.
Seusai menabrak motor hingga pejalan kaki, mobil yang dikemudikan JC mencoba melarikan diri, hingga akhirnya terserempet kereta api. (ars/dpi)