- Syifa Aulia/tvOnenews.com
Gubernur Pramono Pastikan Belum Ada Kasus Super Flu di Jakarta, Warga Diminta Tetap Waspada
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit yang disebut sebagai “super flu” di wilayah Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI menegaskan kondisi ibu kota masih aman, namun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah pencegahan.
“Untuk super flu sampai hari ini belum ada kasusnya di Jakarta,” ujar Pramono saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1).
Pramono menjelaskan, meski belum ada temuan kasus, Pemprov DKI Jakarta tetap menyiapkan langkah antisipatif. Ia telah meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melakukan upaya preventif, termasuk kesiapan fasilitas kesehatan dan edukasi kepada masyarakat.
Super flu diketahui merupakan varian influenza A H3N2 subkelas K yang memiliki tingkat penularan tinggi dan berpotensi menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan flu biasa. Meski demikian, Pramono menegaskan situasi di Jakarta masih terkendali.
“Saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan langkah preventif dan persiapan. Bagi masyarakat yang ingin divaksin, memang vaksinnya masih berbayar karena belum menjadi program pemerintah pusat,” kata Pramono.
Ia berharap Jakarta dapat terus terbebas dari penyebaran super flu. Menurutnya, pencegahan menjadi kunci utama agar tidak terjadi lonjakan kasus penyakit menular di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Jakarta.
“Sekali lagi, sampai hari ini Jakarta belum ditemukan kasus super flu dan mudah-mudahan tidak ditemukan,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk super flu. Namun, vaksin influenza yang sudah lama tersedia dapat digunakan sebagai langkah antisipasi awal.
“Tidak ada vaksin khusus super flu. Tetapi kita memiliki vaksin influenza yang sudah lama ada dan bisa diberikan sebagai upaya pencegahan,” jelas Ani.
Ani menyebutkan, karena vaksin influenza tersebut belum masuk dalam program vaksinasi pemerintah, masyarakat yang ingin mendapatkan layanan vaksinasi masih dikenakan biaya. Meski demikian, akses terhadap vaksin cukup luas dan tersedia di berbagai fasilitas kesehatan.
“Meskipun belum menjadi program vaksin pemerintah, masyarakat tetap bisa mendapatkan vaksin influenza ini di fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit umum daerah,” kata Ani.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus melakukan pemantauan terhadap potensi penyebaran penyakit menular, termasuk influenza, melalui sistem surveilans kesehatan dan laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menegaskan bahwa super flu bukanlah virus baru. Ia menjelaskan super flu merupakan jenis influenza A H3N2 yang sudah dikenal selama puluhan tahun, meski kini muncul dalam varian baru.
“Super flu itu sebenarnya influenza A, namanya H3N2. Virus ini sudah ada puluhan tahun, hanya sekarang muncul varian baru,” ujar Budi saat ditemui di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Kamis (8/1).
Menurut Budi, super flu berbeda dengan COVID-19 yang merupakan virus baru sehingga tubuh manusia belum memiliki imunitas. Untuk influenza, daya tahan tubuh manusia relatif sudah terbentuk karena virusnya telah lama dikenal.
“Kalau COVID-19 itu virus baru sehingga tubuh kita belum mengenal. Kalau super flu, imunitas tubuh kita sebenarnya sudah ada,” katanya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, serta mempertimbangkan vaksin influenza sebagai langkah pencegahan. Dengan kombinasi kewaspadaan masyarakat dan kesiapan pemerintah daerah, Jakarta diharapkan tetap aman dari ancaman super flu. (ant/nsp)