- ANTARA
Banjir Makassar Meluas, Pengungsi di Katimbang Bertambah Jadi 356 Jiwa Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang
Jakarta, tvOnenews.com - Bencana banjir yang melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat jumlah warga yang mengungsi di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, mengalami lonjakan signifikan setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir.
Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyampaikan bahwa hingga Minggu (11/1/2026), jumlah pengungsi bertambah menjadi 97 kepala keluarga (KK) atau 356 jiwa. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan data awal pengungsian yang tercatat sejak Sabtu (10/1/2026).
“Sementara ini data pengungsi tercatat sebanyak 97 KK atau 356 jiwa yang tersebar di lima titik pengungsian,” ujar Fadli.
Sebelumnya, BPBD Makassar hanya mencatat 14 KK atau 53 jiwa yang mengungsi akibat banjir. Namun, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan genangan semakin meluas dan memaksa lebih banyak warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Fadli menjelaskan, BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan kondisi banjir di lapangan. Selain memastikan keselamatan warga, BPBD juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, mulai dari logistik, makanan, hingga kebutuhan kesehatan.
“Kami masih terus melakukan pemantauan kondisi di lokasi banjir dan memastikan kebutuhan dasar pengungsi dapat terpenuhi,” katanya.
BPBD Makassar juga telah berkoordinasi dengan perangkat wilayah, aparat kecamatan dan kelurahan, serta instansi terkait lainnya untuk memperkuat upaya penanganan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan. Langkah koordinasi ini dilakukan untuk memastikan respons cepat jika kondisi cuaca kembali memburuk.
Tak hanya banjir, hujan deras yang disertai angin kencang juga memicu bencana lain di sejumlah wilayah Makassar. BPBD mencatat sedikitnya terdapat 29 titik lokasi kejadian pohon tumbang pada Minggu (11/1/2026). Kejadian tersebut tersebar di beberapa ruas jalan utama dan kawasan permukiman warga.
“Berdasarkan laporan yang masuk, angin kencang tercatat terjadi di 29 titik lokasi yang mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah ruas jalan dan permukiman,” jelas Fadli.
Akibat peristiwa tersebut, satu unit rumah warga dilaporkan terdampak. BPBD Makassar bersama tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan dan pengamanan area sekitar.
“Terdapat satu unit rumah warga yang terdampak akibat kejadian tersebut,” ungkapnya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya telah melakukan penanganan di lokasi terdampak. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi material pohon tumbang, pembersihan akses jalan yang sempat tertutup, serta pendataan dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem.
BPBD memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian angin kencang dan pohon tumbang tersebut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari area rawan genangan dan pohon tumbang, serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat melalui kanal resmi BPBD,” tegas Fadli.
BPBD Makassar juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan angin kencang agar selalu memantau perkembangan cuaca, mengamankan barang-barang penting, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana.
Dengan meningkatnya jumlah pengungsi dan meluasnya dampak banjir, pemerintah daerah bersama BPBD terus berupaya melakukan penanganan maksimal. Langkah-langkah darurat dan koordinasi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi serta memastikan keselamatan warga Kota Makassar di tengah ancaman cuaca ekstrem. (nsp)