Bandung, tvOnenews.com - Kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta dalam laga panas bertajuk Derby El Clasico Indonesia menyisakan pengalaman kurang menyenangkan bagi gelandang Timnas indonesia, Tom Haye.
Pemain berusia 30 tahun yang kini membela Persib Bandung itu mengaku menerima ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada dirinya dan keluarga melalui media sosial. Ancaman tersebut diungkapkan Tom Haye melalui unggahan di Instagram Story pribadinya, tak lama setelah pertandingan berakhir.
Laga Persib kontra Persija yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 11 Januari 2026, menjadi pengalaman pertama bagi Tom Haye merasakan langsung atmosfer rivalitas terbesar dalam sepak bola Indonesia.
Dalam pertandingan tersebut, Persib Bandung meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta berkat gol cepat Beckham Putra yang memastikan tiga poin bagi Maung Bandung.
Melalui akun Instagram pribadinya, Tom Haye mengaku bahagia bisa berkontribusi dalam kemenangan tersebut. Ia menyebut atmosfer pertandingan sangat luar biasa dan menjadi pengalaman istimewa dalam perjalanan karier sepak bolanya.
Namun di balik euforia kemenangan, Tom Haye juga menyoroti sejumlah kejadian di lapangan. Ia menyebut terdapat beberapa tekel keras dan pelanggaran yang dinilai tidak perlu sepanjang pertandingan berlangsung. Situasi panas di lapangan itu, menurutnya, berlanjut hingga ke luar stadion.
Pasca pertandingan, Tom Haye justru menjadi sasaran serangan di media sosial, termasuk ancaman pembunuhan yang menyasar dirinya serta anggota keluarganya.
Ia mengaku terkejut dengan respons tersebut dan meminta agar segala bentuk ancaman serta ujaran kebencian dihentikan.
Tom Haye menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana hiburan dan pemersatu masyarakat, bukan ajang untuk menyebarkan kebencian maupun intimidasi.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk suporter, untuk bersama-sama menjaga iklim sepak bola Indonesia agar dapat berkembang ke arah yang lebih baik, aman, dan profesional.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak klub maupun aparat terkait ancaman yang diterima pemain tersebut.