- YouTube-Setpres
Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo: Saya Hari Ini Sangat Bahagia
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di seluruh Indonesia di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut program itu sebagai terobosan besar bagi pendidikan nasional dan penyangga akses pendidikan bagi anak-anak miskin.
“Saudara-saudara sekalian, saya hari ini sangat bahagia,” kata Prabowo saat peresmian.
Prabowo menilai keberhasilan rintisan sekolah rakyat tidak lepas dari kerja lintas kementerian dan lembaga.
Ia menekankan bahwa sekolah rakyat dibangun untuk menjawab kesenjangan akses pendidikan, terutama bagi kelompok tidak mampu.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur dari semua lembaga, semua elemen, yang telah bekerja mewujudkan suatu langkah. Menurut saya ini langkah terobosan, berani,” ucapnya.
Di hadapan sekitar 2.000 peserta, termasuk 800 siswa dari berbagai daerah, Prabowo mengaku terharu dengan dampak awal program tersebut.
“Terima kasih semuanya. Kita telah mewujudkan upaya ini, dan terus terang saja saya cukup bahagia, cukup besar hati, saya terharu sebetulnya melihat dampak daripada upaya kita,” lanjutnya.
Program Sekolah Rakyat rintisan berjalan sejak Juli–September 2025 di 166 titik: Sumatera (35), Jawa (70), Bali–Nusa Tenggara (7), Kalimantan (13), Sulawesi (28), Maluku (7), dan Papua (6).
Selama Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026, tercatat 15.945 siswa mengikuti kegiatan belajar di sekolah rakyat.
Pemerintah menargetkan jumlah sekolah serupa naik menjadi 500 unit dengan masing-masing menampung hingga 1.000 siswa.
Pada tahap awal, program ini membuka lapangan kerja bagi 7.107 tenaga pendidik dan kependidikan—terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendukung.
Pembangunan sekolah rakyat permanen sudah dimulai sejak 2025 di 104 lokasi yang tersebar di Sumatera (26), Jawa (40), Bali–Nusa Tenggara (3), Kalimantan (12), Sulawesi (16), Maluku (4), dan Papua (3). (agr/nsi)