news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto.
Sumber :
  • YouTube/Setpres

Cita-cita di Penghujung Jabatan, Prabowo Pasang Target Kemiskinan Ekstrem Hilang pada 2029

Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan salah satu target utamanya pada akhir masa jabatan 2024-2029 adalah menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Senin, 12 Januari 2026 - 14:34 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan salah satu target utamanya pada akhir masa jabatan 2024-2029 adalah menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Target itu disebutnya sebagai agenda strategis negara dalam menaikkan derajat masyarakat paling rendah dalam skala kesejahteraan.

“Cita-cita saya di akhir masa jabatan saya tahun 2029, bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem, Desil 1 dan 2, bisa kita berubah nasibnya, kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Saya percaya itu bisa terjadi,” ujar Prabowo saat meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Prabowo menyebut sejumlah keberhasilan pemerintah telah terlihat, namun ia enggan merinci karena terlalu panjang. Meski begitu, ia menegaskan capaian tersebut bukan untuk kesombongan, melainkan bukti bahwa Indonesia mampu bangkit.

“Tidak boleh kita tidak mengerti keberhasilan, kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, jangan. Rendah hati boleh, jangan rendah diri, jangan inferior, kalau Indonesia selalu jelek, tidak boleh, tidak benar,” kata Prabowo.

“Indonesia berprestasi, Indonesia bisa berprestasi, Indonesia akan berprestasi dan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang baik, negara yang maju, negara yang sejahtera,” lanjutnya.

Prabowo juga menyinggung dinamika global yang penuh gejolak. Di tengah ketidakpastian dunia, ia menilai Indonesia justru memiliki modal besar lewat kekayaan alam dan sumber daya manusia. Namun, mengelola potensi tersebut tidak sederhana.

“Tidak mudah, banyak orang mengejek saya, saya tahu. Sebetulnya tidak banyak, segelintir orang saja. Hanya dia mungkin punya uang, dia punya sarana, dia bisa menyebarkan sinisme, pesimisme, dan kemungkinan besar mereka dibayar oleh kekuatan-kekuatan asing. Itu keyakinan saya, kepercayaan saya,” ujarnya.

Kendati begitu, Prabowo mengaku optimistis rakyat yang jujur dapat membedakan mana niat baik dan mana yang merugikan bangsa. Salah satu bentuk kerja besar yang disebutnya penting adalah penyediaan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Peresmian Sekolah Rakyat kali ini menandai operasional 166 titik di 34 provinsi. Pemerintah menargetkan 500 Sekolah Rakyat beroperasi pada 2029 dengan total kapasitas sekitar 500 ribu siswa.

“Jadi sekali lagi, saya mengajak semua, seluruh bangsa Indonesia, mari kita bersatu, mari kita kerja sama untuk menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia. Kita bangkitkan semua kehidupan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (agr/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral