- Tim tvone - tim tvone
Gubernur Khofifah Temui Menko PMK dan Menkes, Tegaskan Kesiapan RSUD Dr Soetomo Jadi World Class Academic Medical Center
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemprov Jawa Timur dalam mengoptimalkan program Hospital Based di RSUD Dr. Soetomo. Menurutnya, kebijakan ini memiliki tujuan strategis, salah satunya untuk mendorong pemerataan dokter spesialis di seluruh Indonesia.
“Kami siap mendukung terwujudnya Hospital Based di RSUD Dr. Soetomo,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Prof. Cita R.S. Prakoeswa, menyampaikan bahwa saat ini RSDS telah bertransformasi menjadi World Class Academic Medical Center Hospital, dengan fungsi pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, dan penelitian medis yang berjalan secara terpadu.
RSDS juga mendukung penuh pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), sejalan dengan Permenkes Nomor 31 Tahun 2022 tentang pelaksanaan PP Nomor 93 Tahun 2015 mengenai Rumah Sakit Pendidikan.
Sebagai RSPPU, RSUD Dr. Soetomo menjalankan fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian secara terintegrasi, tidak hanya dalam pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi, tetapi juga pendidikan berkelanjutan dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi.
Ke depan, RSDS akan mengoptimalkan pendidikan profesi dokter spesialis berbasis Hospital Based, khususnya pada program studi bedah saraf. Hingga saat ini, RSUD Dr. Soetomo telah meluluskan lebih dari 170 dokter spesialis bedah saraf yang kini tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.
Prof. Cita menjelaskan, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis Hospital Based merupakan kebijakan Kementerian Kesehatan yang sangat relevan untuk menjawab tantangan pemerataan tenaga kesehatan. Salah satu kendala utama selama ini adalah tingginya biaya pendidikan yang harus ditanggung calon dokter spesialis.
"Melalui sistem pendidikan profesi Hospital Based, para calon dokter spesialis dapat menempuh pendidikan tanpa dibebani biaya pendidikan,” jelasnya.
Dalam program ini, peserta berstatus sebagai tenaga kontrak di rumah sakit tempat mereka menjalani pendidikan. Selain memperoleh pengalaman klinis secara langsung, mereka juga menerima manfaat berupa gaji bulanan serta beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Kami akan mendukung penuh pelaksanaan program Hospital Based yang diimplementasikan di RSUD Dr. Soetomo sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan nasional,” pungkasnya. (hen)