- Kolase tvOnenews
Artis Bunga Zainal Beri Sindiran Pedas ke Inara Rusli: Masih Punya Muka Ya Dia Buat Dateng ke Podcast
Jakarta, tvOnenews.com - Artis Bunga Zainal ikut angkat bicara soal huru-hara yang terjadi di rumah tangga Inara Rusli, Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi belakangan ini.
Diketahui, Wardatina Mawa melaporkan suaminya, Insan dan Inara atas dugaan perzinahan.
Tak berselang lama, Insan pun muncul dan mrngklarifikasi bahwa dirinya dan Inara sudah menikah siri tanpa.
Meskipun demikian, Mawa pun tetap melaporkan Insanul dan Inara atas dugaan perzinahan.
Namanya yang tengah diperbincangkan hangat membuat Inara Rusli turut mrlakukan klarifikasi. Baru-baru ini ia bahkan hadir salam sebuah podcast.
Ikut geram dengan huru-hara yang terjafi, Bunga Zainal pun turut angkat bicara.
Ia pun mrngaku kesal lantaran mantan istri penyanyi Virgoun itu masih berani muncul ke podcast.
"Masih punya muka ya dia buat dateng ke Podcast. Dia itu yang digadang-gadang ngerebut suami orang, pokoknya menjalani poligami," kata Bunga Zainal.
"Dari pertama dia muncul sampai terakhir, gak konsisten. Intinya dia merasa gak bersalah banget tapi dia juga merasa bersalah," lanjutnya.
Bunga Zainal juga menyayangkan sikap Inara Rusli yang tidak melontarkan kalimat maaf kepada Mawa karena telah menikah siri dengan suaminya.
"Mimik bibirnya itu kayak berat banget mau minta maaf. Soalnya host-nya udah nanya, apa yang mau lu sampein buat istri sah. Tapi bibir tuh kaya bergetar, kayak sariawan bibirnya," hardik Bungq Zainal.
Ia juga menegaskan bahwa Inara Rusli seharusnya tidak perlu membela diri atas kesalahan yang ia lakukan.
"Lu udah salah, mau pembelaan kayak apapun udah susah, orang udah gak percaya sama lu. Mending legowo minta maaf," ucapnya.
Tak sampai disitu, Bunga Zainal juga menyebut Inara Rusli terlalu percaya diri dengan kecantikannya.
"Tapi apa ini perasaan gw aja ya, gw merasa dia sok cantik. Sekali lagi maaf buat penggemarnya, mungkin kebawa emosi," ujarnya.
Sekali lagi Bunga Zainal pun mengaku kesal lantaran tak ada kata maaf yang keluar dari mulut Inara Rusli ke Wardatina Mawa.