news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Etanol Jadi Game Changer, Airlangga Sebut Pemerintah Targetkan Mandiri Energi Berbasis Pangan

Pemerintah mempercepat agenda transisi energi melalui kombinasi program biodiesel, etanol, dan riset bibit pertanian untuk menopang produksi bahan bakar berbasis pangan.
Selasa, 13 Januari 2026 - 14:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah mempercepat agenda transisi energi melalui kombinasi program biodiesel, etanol, dan riset bibit pertanian untuk menopang produksi bahan bakar berbasis pangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya terus memperluas mandatori biodiesel, tetapi juga tengah menyiapkan etanol untuk campuran bensin.

“Karena selain biodiesel pemerintah juga sedang mendorong pengembangan etanol base untuk bensin. Di mana E5 atau E10 tentu membutuhkan 2 sampai 3 juta etanol. Dan ini akan baik kalau kita bisa produksi melalui food estate,” ujar Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit 2026 di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).

Airlangga menilai kemampuan Indonesia memproduksi etanol bergantung pada keberhasilan food estate dan modernisasi pertanian, terutama melalui intensifikasi pupuk, irigasi, bibit, serta kualitas penyuluh.

“Nah beberapa intensifikasi yang didorong tentunya mulai dari pupuk, irigasi, penyuluh, dan bibit itu menjadi kunci. Dan salah satu yang merupakan game changer tentu penelitian mengenai bibit. Dan penelitian berbasis jenom itu juga satu hal yang harus kita dorong dan didukung,” ucapnya.

Di sektor bahan bakar, pemerintah terus memperluas mandatori biodiesel. Airlangga menyebut implementasi B40 terbukti menekan emisi sekaligus menghemat devisa dalam skala besar.

“Kemudian pemerintah terus mendorong mandatori biodiesel. Dimana mandatori biodiesel B40 ini menghemat emisi sebesar mendekati 42 juta ton daripada CO2. Dan juga menghemat devisa sebesar 8 miliar terhadap import solar,” katanya.

Airlangga menegaskan status Indonesia kini tidak lagi bergantung pada impor solar setelah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) diresmikan.

“Dan dengan diresmikannya RDMP kemarin oleh Bapak Presiden maka solar kita tidak perlu import lagi. Jadi kita sudah tanda petik swasembada di bidang solar dan tentu kita akan terus tingkatkan untuk energi yang lain,” ujarnya. (agr/ree)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral