news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi energi..
Sumber :
  • Antara

RDMP Balikpapan Jadi Tonggak Integrasi Energi Nasional, Dorong Penguatan Hulu–Hilir

RDMP Balikpapan jadi tonggak integrasi energi nasional, perkuat hulu–hilir, tekan impor BBM, dan dorong swasembada energi Indonesia.
Selasa, 13 Januari 2026 - 15:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Proyek strategis yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini dinilai menegaskan arah kebijakan energi nasional yang mengedepankan integrasi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir.

RDMP Balikpapan tidak sekadar proyek pengembangan kilang, tetapi menjadi simbol transformasi pengelolaan energi nasional yang terintegrasi. Penggunaan istilah “infrastruktur energi terintegrasi” mencerminkan kebutuhan Indonesia untuk membangun rantai nilai energi yang saling terhubung, efisien, dan berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang.

Dengan nilai investasi sekitar US$7,4 miliar, proyek RDMP Balikpapan meningkatkan kapasitas Kilang Balikpapan dari sebelumnya 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph. Peningkatan ini memperkuat posisi kilang sebagai salah satu tulang punggung industri pengolahan minyak nasional yang terhubung langsung dengan sektor hulu, hilir, serta industri petrokimia.

Salah satu capaian utama dari proyek ini adalah beroperasinya Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex. Fasilitas tersebut memungkinkan pengolahan residu minyak menjadi bahan bakar minyak (BBM) berkualitas Euro 5 yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi. Selain itu, RFCC juga menghasilkan berbagai produk bernilai tambah seperti LPG, propylene, sulfur, dan produk petrokimia lainnya.

Keberadaan fasilitas ini memberikan dampak langsung terhadap penguatan pasokan energi nasional. Ketergantungan terhadap impor BBM dapat ditekan, sementara nilai tambah dari pengolahan energi dapat dinikmati di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan agenda besar hilirisasi industri dan penguatan kemandirian energi Indonesia.

Dari sisi teknis dan efisiensi, RDMP Balikpapan mencatat peningkatan signifikan. Nelson Complexity Index (NCI) naik dari 3,7 menjadi 8,0, menandakan kemampuan kilang dalam mengolah minyak mentah yang lebih berat dan kompleks. Sementara itu, Yield Valuable Product (YVP) meningkat dari 75,3 persen menjadi 91,8 persen, menunjukkan optimalisasi produksi produk bernilai tinggi.

Peningkatan kinerja tersebut mempertegas bahwa kilang terintegrasi merupakan fondasi penting bagi daya saing dan keberlanjutan industri energi nasional. Integrasi tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional, tetapi juga pada stabilitas pasokan energi dan penguatan struktur industri nasional.

Dalam peresmian tersebut, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius menegaskan peran strategis perusahaan energi nasional dalam pembangunan bangsa. Ia menyatakan bahwa Pertamina harus menjadi sokoguru dalam mewujudkan swasembada energi nasional, sekaligus menopang pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan harapan besar terhadap peran strategis Pertamina. Ia menekankan bahwa Pertamina sebagai national champion kebanggaan bangsa harus mampu kembali berfungsi sebagai Agent of Change, Agent of Development, dan Agent of Modernization bagi Indonesia.

Sejumlah kalangan menilai, harapan tersebut hanya dapat terwujud apabila pengelolaan energi nasional dijalankan secara terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan arah kebijakan yang selaras dan kepemimpinan yang kuat. Integrasi penuh diyakini dapat menghindari tumpang tindih kewenangan, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika energi global.

RDMP Balikpapan pun dipandang sebagai bukti konkret bahwa integrasi energi bukan sekadar konsep, melainkan kebutuhan strategis bangsa. Infrastruktur yang telah terbangun membutuhkan tata kelola yang solid agar manfaatnya dapat dirasakan optimal oleh negara dan masyarakat.

Melalui proyek ini, Indonesia diharapkan mampu melangkah lebih jauh dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi, memperkuat hilirisasi bernilai tambah tinggi, serta memastikan pengelolaan sumber daya energi yang berkeadilan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral