- tvOnenews.com/Taufik
Geram 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono Hina Soal Salat, Habib Rizieq: Anda Pelawak, Jangan Sok Jadi Ulama!
"Sudah gitu disampaikan lagi 'Ah, salat itu enggak bolong, rutin salat, ternyata apa? masih banyak yang korupsi, masih banyak yang maksiat. Ini penghinaan terhadap Ayat Suci Al Qur'an. Seolah-olah yang dia mau sampaikan pesan bohon kalau salat itu jadi benteng maksiat," sambung Habib Rizieq.
Habib Rizieq pun dengan tegas meminta komika Pandji Pragiwaksono untuk segera meminta maaf dan menghapus rekaman materi komedi yang berisikan tentang ibadah salat.
"Jadi kita minta tobat, minta maaf, kita ingatkan juga rkamannya yang ada di Netflix bagian menghina salat tadi hapus. Ini ada di Netflix jutaan orang nonton. Dan pihak Netflix wajib cabut rekaman tersebut sekurangnya hapus bagian yang menintakan agama," sambungnya.
Tak tanggung-tanggung, kecaman datang dari Habib Rizieq kala Pandji Pragiwaksono dinilai olehnya menafsirkan perilaku maksiat manusia meski melakukan ibadah salat.
Ia menegaskan sudah selaiknya komika Pandji tak menyimpulkan perbuatan jahat umat manusia dengan ibadah salat hingga dinilai menistakan agama.
"Saudara anda enggak usah berfatwa, anda bukan ulama, anda pelawak. Jangan langsung ambul kesimpulan. Tapi kalau anda mau bertanya boleh, wajib. Tanyakan kepada ahli zikir, tanyakann kepada ulama, kalau kau bingung, kalau kau tak tahu kenapa ada orang salat rajin tetap korupsi? Jangan kau berlaku sok sebagai ulama," ungkapnya.
Habib Rizieq juga menyorot soal adanya pembelaan netizen terkait laporan dugaan penistaan agama yang sempat dilayangkan sejumlah pihak kepada Pandji Pragiwaksono.
Ia mengaku tak akan mundur dalam membela agama islam jika didapati adanya penghinaan yang dilakukan oleh seseorang.
"Oh saya kalau urusan agama enggak peduli, kalau ada yang hina-hina agama, saudara kita lawan saya enggak peduli. walaupun di medsos saat ini banyak netizen bela dia. Ya saya paham netizen ramai-ramai bela orang ini Waktu dia dilaporkan ke polisi netizen marah," kata Habib Rizieq.
"Kenapa diserang?, kenapa begini? ini kan pembungkaman dan seterusnya, sudah betul niat netizen membela hak dia untuk mengkritik pemerintahan silakan. Tapi netizen khususnya orang islam enggak boleh diam dari penghinaan yang dilakukan terhadap salat," pungkasnya.(raa)