- tvOnenews.com/Rika Pangesti
Menhut Soroti soal Kegagalan Tata Ruang Kawasan Hutan, Banjir Sumatra Disebut Dampak Salah Kelola Lahan
Jakarta, tvOnenews.com - Banjir besar di Sumatra dinilai tidak hanya dipicu cuaca ekstrem, tetapi juga karena lemahnya penataan ruang kawasan hutan.
Pemerintah menilai ketidaksesuaian tata ruang dengan kawasan hutan memperparah dampak bencana alam.
Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni menyebut, fungsi ekologis hutan terganggu akibat perencanaan ruang yang tidak sejalan.
"Ketidaksesuaian rencana tata ruang dengan kawasan hutan menyebabkan terganggunya fungsi ekologis hutan dalam menjaga keseimbangan hidrologis,” kata Raja Juli Antoni dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (14/1/2026).
Ia menilai, tata ruang yang tidak sinkron berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir di wilayah hilir. Karena itu, Kementerian Kehutanan mendorong dilakukan evaluasi ulang tata ruang.
“Kami mendorong agar dilakukan kembali review tata ruang khususnya di tiga provinsi terdampak bencana,” ujarnya.
Lebih jauh, Raja Juli menekankan pentingnya menyelaraskan tata ruang dengan Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN).
Menurutnya, penataan ruang yang tepat menjadi kunci pencegahan bencana jangka panjang.
"Kami juga mengusulkan pembentukan Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional sebagai lembaga strategis yang berfungsi mengoordinasikan, menyinergikan, dan mengendalikan kebijakan penataan tata ruang secara nasional," bebernya.
Ia juga mengaitkan persoalan ini dengan ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Dia menyebut, tanpa pembenahan tata ruang, risiko bencana akan terus meningkat. (rpi/rpi)