- Tangkapan layar YouTube Official Reza Pahlavi
Sosok Reza Pahlavi, Putra Mahkota di Balik Demonstran Iran
Jakarta, tvOnenews.com – Pemimpin oposisi Iran, Reza Pahlavi, kembali menjadi sorotan publik internasional setelah secara terbuka menyerukan militer Iran untuk membelot di tengah gelombang demonstrasi massal yang melanda negara tersebut.
Seruan itu disampaikan Pahlavi melalui media sosial dan dinilai mempertegas posisinya sebagai salah satu figur utama penentang pemerintahan Republik Islam Iran.
“Kalian adalah militer nasional Iran, bukan militer Republik Islam,” tulis Reza Pahlavi melalui akun X miliknya pada Selasa (13/1).
Ia menegaskan bahwa aparat militer memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi rakyat, bukan justru menindas mereka di tengah situasi krisis.
“Kalian memiliki kewajiban untuk melindungi nyawa sesama warga negara. Waktu kalian tidak banyak. Bergabung lah dengan mereka secepat mungkin,” lanjutnya.
Seruan kepada militer tersebut menyusul ajakan Pahlavi kepada masyarakat Iran untuk terus turun ke jalan dan merebut kebebasan dari pemerintahan yang dinilainya menindas. Dalam beberapa tahun terakhir, Pahlavi kerap menyuarakan dukungan terhadap aksi-aksi protes yang menuntut perubahan politik di Iran.
Sosok Reza Pahlavi
Reza Pahlavi merupakan salah satu figur oposisi Iran yang paling dikenal di kancah internasional. Ia saat ini hidup di pengasingan di Amerika Serikat dan tidak pernah lagi menginjakkan kaki di Iran sejak ayahnya, Shah Mohammad Reza Pahlavi, digulingkan dari kekuasaan.
Pahlavi lahir pada 31 Oktober 1960 dan secara resmi dinobatkan sebagai putra mahkota Iran pada 1967. Pada 1978, saat berusia 17 tahun, ia berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti pelatihan pilot di Pangkalan Angkatan Udara Reese, Lubbock, Texas.
Setahun kemudian, rezim monarki Iran runtuh akibat Revolusi Islam 1979 yang mengubah Iran menjadi negara Republik Islam seperti sekarang. Setelah digulingkan, Shah Mohammad Reza Pahlavi berpindah-pindah negara untuk mencari suaka hingga akhirnya meninggal dunia akibat kanker di Mesir. Sejak itu, Reza Pahlavi mengambil peran simbolis sebagai Shah Iran di pengasingan.
Selama menetap di Amerika Serikat, Pahlavi juga mempelajari ilmu politik. Ia menikah dengan Yasmine Etemad-Amini, seorang warga Iran-Amerika, dan dikaruniai tiga orang anak.