- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Kadin Siapkan ‘Trust Index’, Soroti Optimisme Pertumbuhan dan Lapangan Kerja
Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mulai mengembangkan indikator baru bernama Kadin Trust Index untuk memotret kepercayaan pelaku usaha, konsumen, dan vendor terhadap kinerja ekonomi nasional dan kebijakan pemerintah.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menjelaskan bahwa inisiatif tersebut bertujuan memperkuat basis data dan penilaian kuantitatif dalam membaca arah ekonomi nasional.
“Jadi begini, di Kadin ini kita fokus juga bukan saja mengenai kualitatif, tapi kuantitatif atau data. Kita juga ingin bicara substansi. Nah, kali ini kita bicara data. Dan ini adalah cikal bakal untuk membuat Kadin Trust Index,” kata Anindya di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Menurut Anindya, langkah awal telah dilakukan melalui pendataan terhadap industri, konsumen, dan vendor untuk mengukur animo berusaha dan kondisi usaha di lapangan.
“Di sini kita mulai dengan melakukan pendatangan dari industri, dari konsumen, dari juga vendor. Untuk melihat bagaimana animo mereka untuk berusaha. Ada yang berproduksi, ada yang memberikan servis, dan lain-lain,” ujarnya.
Dalam pemetaan awal tersebut, Kadin menilai pemerintah tengah bekerja keras mengejar pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan yang berimbang antara kesejahteraan sosial, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan berkelanjutan.
“Intinya di sini judulnya adalah Kadin percaya bahwa pemerintah ini sedang bekerja keras untuk memberikan pertumbuhan,” tegas Anindya.
Ia menambahkan bahwa pipeline kebijakan pemerintah saat ini memuat empat prioritas strategis: pro-poor, pro-job, pro-growth, dan pro-environment.
“Pro-poor karena banyak sekali tentunya secara kita yang mesti kita angkat dari level yang kurang baik jadi baik. Tapi juga pro-job, karena lapangan kerja adalah yang paling dibutuhkan. Kita ketahui bahwa ada 4,85 persen pengangguran, 17 persennya tenaga muda,” ucapnya.
Dari sisi pertumbuhan, Kadin mencatat target ekonomi nasional berada pada kisaran 5,4–5,5 persen dan diproyeksikan meningkat dalam jangka menengah.
“Dan juga kita bicara pro-growth. Target kita 5,4-5,5 persen menuju kepada angka yang lebih besar di kemudian hari. Dan juga pro-environment,” tambahnya.
Anindya menilai momentum tersebut menunjukkan arah kebijakan ekonomi nasional yang solid serta keterhubungan antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan industri dan penyerapan tenaga kerja.