- Antara
Gunung Semeru Erupsi Puluhan Kali, Status Siaga Bertahan dan Warga Diminta Waspada
Rekomendasi dan Zona Bahaya Gunung Semeru
PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, dan pendaki agar tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan rawan Gunung Semeru. Rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan meliputi:
-
Dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko
-
Tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru
-
Di luar radius tersebut, warga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan
Potensi bahaya Gunung Semeru meliputi awan panas guguran, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak, terutama saat terjadi hujan deras di sekitar kawasan puncak.
Selain Besuk Kobokan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar Gunung Semeru di aliran Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang berhulu di kawasan puncak Gunung Semeru.
Gunung Semeru Paling Aktif di Indonesia 2026
Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia telah mencatat sebanyak 217 erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, Gunung Semeru menjadi yang paling aktif dengan 124 kali letusan. Data ini menegaskan bahwa Gunung Semeru masih menjadi salah satu gunung api dengan aktivitas tertinggi dan paling dinamis di Tanah Air.
Dalam enam jam terakhir hingga pukul 06.00 WIB, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di Lumajang kembali mencatat:
-
37 kali gempa letusan/erupsi
-
2 kali gempa guguran
-
3 kali gempa embusan
-
1 kali gempa harmonik
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih belum stabil dan memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat di sekitar lereng gunung.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
PVMBG menegaskan bahwa meskipun deformasi tubuh Gunung Semeru relatif stabil dan tidak menunjukkan peningkatan tekanan signifikan, sistem vulkanik Gunung Semeru masih rentan terhadap perubahan tekanan mendadak. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana Gunung Semeru diminta terus memantau informasi resmi dari otoritas terkait dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan.
Dengan status Siaga yang masih bertahan, aktivitas Gunung Semeru diperkirakan masih berpotensi fluktuatif. Warga di sekitar lereng Gunung Semeru diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, guguran lava, dan aliran lahar, terutama saat intensitas hujan meningkat di kawasan puncak. (nsp)