Gunung Semeru Meletus 23 Kali dalam 6 Jam, Warga Dilarang Keras Dekat-Dekat
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di antara Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dilaporkan kembali meningkat, Sabtu (17/1).
Dalam kurun waktu enam jam, yakni mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB pada Sabtu ini, tercatat telah terjadi 23 kali gempa letusan di gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan data teknis, aktivitas kegempaan ini memiliki durasi dan kekuatan yang bervariasi.
"Untuk pengamatan kegempaan tercatat 23 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm dan lama gempa 95-174 detik," ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam keterangan resminya.
Tak hanya gempa letusan, pos pengamatan juga mendeteksi adanya 11 kali gempa embusan dengan kekuatan amplitudo 3-6 mm. Selain itu, terekam pula tiga kali aktivitas gempa tektonik jauh.
Meski aktivitas kegempaan cukup intens, puncak Semeru sulit dipantau secara langsung karena faktor cuaca.
Pandangan visual tertutup oleh kabut tebal (Level 0-II hingga 0-III), sehingga asap kawah tidak terlihat. Kondisi di sekitar gunung dilaporkan mendung hingga turun hujan dengan arah angin perlahan menuju barat laut.
Saat ini, Gunung Semeru masih bertahan pada status Level III atau Siaga. Menanggapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan instruksi tegas bagi masyarakat maupun wisatawan.
Warga dilarang keras melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, hingga sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat diminta menjauh minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena adanya risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tegas Mukdas Sofian.
Pemerintah juga menghimbau kewaspadaan ekstra terhadap potensi banjir lahar dingin, terutama saat hujan turun.
Area yang menjadi perhatian utama meliputi sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai kecil di sekitarnya. (ant/dpi)
Load more