news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

CEO Danantara Rosan Roeslani dan COO Danantara Dony Oskaria saat Presiden Prabowo meninjau pembangunan rumah hunian di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026)..
Sumber :
  • YouTube/Sekretariat Presiden

Wacana Danantara Bentuk BUMN Tekstil Senilai Rp10 Triliun, Rosan: Kita Terbuka Apabila Lapangan Pekerjaan Tinggi

Danantara Indonesia mulai melirik industri tekstil nasional sebagai sektor strategis baru. Rencana investasi jumbo senilai US$ 6 miliar atau setara sekitar Rp101 triliun tengah dikaji, termasuk kemungkinan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus tekstil.
Jumat, 16 Januari 2026 - 16:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Danantara Indonesia mulai melirik industri tekstil nasional sebagai sektor strategis baru. Rencana investasi jumbo senilai US$ 6 miliar atau setara sekitar Rp101 triliun tengah dikaji, termasuk kemungkinan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus tekstil.

CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan semua investasi Danantara wajib melalui kajian mendalam, mulai dari aspek ekonomi hingga kemampuan menciptakan lapangan kerja.

Menurutnya, Danantara tak hanya mengejar profit maksimal, namun juga keuntungan struktural bagi sektor industri.

“Kita terbuka untuk menerima misalnya investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi. Mungkin tekstil kan salah satu yang dari segi pencapaian kita lapangan pekerjaan itu sangat besar,” jelasnya usai konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025, dikutip Jumat (16/1/2026).

Rosan menilai industri tekstil memiliki potensi strategis meski dibayangi banyak aset bermasalah (distressed asset). Pemerintah, kata dia, melihat peluang perbaikan struktural melalui restrukturisasi dan penyehatan perusahaan.

“Kita melihat potensi-potensi yang ada saja, apalagi kalau itu sudah termasuk dalam distressed asset. Kita lihat, selama kita yakin bahwa nanti kita bisa turn around perusahaan itu melakukan restrukturisasi secara maksimal,” ungkap Rosan.

Rencana ekspansi ini memunculkan spekulasi keterkaitannya dengan upaya penyelamatan industri tekstil nasional, termasuk proses restrukturisasi PT Sri Rejeki Isman (Sritex) yang telah diputus pailit.

Rosan tidak mengonfirmasi hal tersebut, namun memastikan Danantara terbiasa melakukan penyehatan menyeluruh terhadap perusahaan yang diambil alih.

Selama ini, kata Rosan, penyehatan yang dilakukan tidak sebatas injeksi modal, tetapi menyasar tata kelola, efisiensi, hingga memastikan pasar melalui skema offtaker. Meski wacana pembentukan perusahaan tekstil negara mencuat, bentuk final investasinya belum diputuskan.

“Kita masih lihat opsi-opsinya. Belum (definitif),” tandas Rosan.(agr/raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

10:04
02:11
03:07
01:56
05:09
04:48

Viral