- Cepi Kurnia/tvOne
Investasi Lokal Kuasai Pembangunan Ekonomi, Gubernur KDM Bawa Provinsi Jabar Ungguli Ibu Kota Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena langka terjadi dalam pembangunan ekonomi era Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) sate memimpin wilayahnya tersebut.
Pasalnya, Provinsi Jabar mencatat realisasi investasi tertinggi secara nasional pada kuartal IV-2025, mengungguli DKI Jakarta baik dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Laporan Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan provinsi tersebut menyerap nilai investasi terbesar di antara seluruh daerah.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan total realisasi investasi nasional pada kuartal IV-2025 mencapai Rp496,9 triliun atau 26,1 persen dari target investasi 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun.
“Di dalam triwulan ke-4 ini terjadi penguatan yang sangat baik, kurang lebih total realisasi investasi adalah Rp496,9 triliun,” ujar Rosan dalam konferensi pers, dikutip Jumat (16/1/2026).
Secara tahunan, kinerja investasi kuartal IV-2025 tumbuh 9,7 persen secara year on year (yoy) dan meningkat 1,1 persen secara quarter to quarter (qtq). Penyerapan tenaga kerja tercatat sebesar 754.186 orang atau meningkat 29,8 persen yoy.
“Secara Konsisten selama satu tahun ini, investasi di Jawa Barat tetap nomor satu, disusul DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan ini Sulawesi Tengah,” kata dia.
“Bisa saya sampaikan ini juga terdampak pada pertumbuhan ekonomi mereka, daerah,” sambung Rosan.
Dari sisi persebaran wilayah, realisasi investasi di Jawa mencapai Rp247,5 triliun atau 49,8 persen, tumbuh signifikan 28,7 persen yoy. Sementara itu, luar Jawa mencatat Rp249,4 triliun atau 50,2 persen, namun mengalami kontraksi 4,2 persen yoy.
Kinerja Jawa Barat mencolok di kuartal ini dengan realisasi investasi mencapai Rp78,7 triliun atau 15,8 persen secara keseluruhan, menempatkan provinsi tersebut di peringkat pertama nasional.
DKI Jakarta menyusul dengan Rp66,8 triliun atau 13,4 persen, kemudian Jawa Timur Rp40,0 triliun atau 8,1 persen, Banten Rp38,6 triliun atau 7,8 persen, dan Sulawesi Tengah Rp29,6 triliun atau 6,0 persen.
Dominasi Jawa Barat juga terlihat dari sisi PMA. Provinsi ini menjadi tujuan investor asing terbesar dengan nilai 3,0 miliar dolar AS atau 18,8 persen.
Sulawesi Tengah dan Maluku Utara mengikuti dengan masing-masing sekitar US$1,7 miliar, sedangkan DKI Jakarta berada di posisi keempat dengan UA$1,4 miliar atau 8,9 persen.
Untuk PMDN, tren serupa terjadi dengan DKI Jakarta berada di posisi teratas sebesar Rp44,1 triliun atau 18,3 persen.
Namun secara agregat PMA dan PMDN, Jawa Barat tetap unggul dengan total Rp78,7 triliun, disusul Jawa Timur Rp29,2 triliun (12,1 persen), lalu Jawa Barat Rp30,6 triliun (12,7 persen), Banten Rp19,3 triliun (8,0 persen), dan Kalimantan Timur Rp15,0 triliun (6,2 persen).
Secara keseluruhan, PMA mendominasi capaian kuartal IV dengan porsi 51,6 persen atau Rp256,3 triliun, tumbuh 4,3 persen yoy. Sementara PMDN berkontribusi 48,4 persen atau Rp240,6 triliun, tumbuh lebih tinggi sebesar 16,2 persen yoy.
Sementara itu, realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen secara tahunan dan lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar Rp1.905,6 triliun.
Dari sisi persebaran, investasi masih didominasi wilayah di luar Pulau Jawa sebesar Rp991,2 triliun atau 51,3 persen dari total realisasi. Sementara Pulau Jawa menyumbang Rp940 triliun atau 48,7 persen.
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat mendominasi dengan porsi 53,4 persen mencapai Rp1.030,3 triliun. Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi 46,6 persen atau Rp900,9 triliun.
Secara regional, Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar sepanjang 2025 dengan nilai Rp296,8 triliun (15,4 persen). Disusul DKI Jakarta Rp270,9 triliun (14 persen), Jawa Timur Rp145,1 triliun (7,5 persen), Banten Rp130,2 triliun (6,7 persen), serta Sulawesi Tengah Rp127,2 triliun (6,6 persen).(agr/raa)