- Blake Cheek from unsplash.com
Misteri Hilangnya Bocah di Tambun Terjawab, Jasadnya Terseret Arus Kali Jambe Hingga ke Ujung Bekasi
Jakarta, tvOnenews.com - Upaya pencarian intensif terhadap MA (7), bocah yang hilang terseret arus Kali Jambe, Bekasi, akhirnya membuahkan hasil pilu.
Setelah tiga hari dilakukan penyisiran, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di pesisir Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi.
Jarak penemuan korban tergolong sangat jauh dari titik awal kejadian di Kecamatan Tambun Selatan. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi Jatmiko.
"Penemuan jasad korban kalau dari titik awal dilaporkan hanyut, jaraknya kurang lebih sekitar 45 kilometer," ujar Erdi di Cikarang, Jumat (16/1).
Begitu jasad ditemukan, tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi. Jenazah MA sempat dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk penanganan medis sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
"Evakuasi menuju RSUD Kabupaten Bekasi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi untuk selanjutnya kami serahkan kepada keluarga," lanjut Erdi.
Peristiwa nahas ini bermula pada Selasa (13/1) sore. Saat itu, MA tengah asyik bermain kayu di bantaran Kali Jambe. Namun, diduga karena kehilangan pijakan, bocah malang tersebut tergelincir masuk ke dalam aliran sungai yang sedang meluap.
Erdi menjelaskan bahwa arus sungai yang sangat deras pada saat kejadian membuat korban sulit menyelamatkan diri.
"Korban kemungkinan kehilangan keseimbangan, lalu jatuh ke sungai dan hanyut terseret derasnya arus Kali Jambe," jelasnya.
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan, termasuk kano dan perahu karet, untuk menyisir setiap sudut aliran sungai.
Setelah perjuangan panjang selama tiga hari, jasad korban akhirnya ditemukan terombang-ambing di wilayah pesisir Muaragembong, menandai berakhirnya operasi SAR ini. (ant/dpi)