- TikTok
Seolah Jadi Firasat, Rylan Henry Pribadi dan Sang Ayah Habiskan Waktu Bersama Selama 12 Hari Sebelum Meninggal
Jakarta, tvOnenews.com - Seolah sudah menjadi firasat, Rylan Henry Pribadi sempat menghabiskan momen berdua dengan sang ayah, Reza Pribadi.
Dalam perjalanan berduaan dengan sang Reza, mereka menghabiskan waktu bersama selama 12 hari untuk mewujudkam keinginan Rylan.
Mereka pergi berlibur ke Eropa dengan menonton pertandingan klub favorit Rylan yaitu saat laga Chelsea vs Arsenal di London hingga Real Madrid vs Manchester City di Madrid.
"Seluruh perjalanan itu merangkum 17 tahun hidupnya bersama saya. Saya merasa kami memperbarui hubungan dekat yang selalu kami miliki tanpa gangguan," kata Reza Pribadi saat ibada pemakaman Rylan, mengutip Youtube Atoe mtvm, Minggu (18/1/2026).
Meskipun masih bingung soal kematian putranya, Reza mengaku ikhlas atas musibah yang menimpa Rylan.
"Kecelakaan Rylan bukanlah hal yang biasa terjadi dalam kecelakaan ski, dan kami akan selalu bertanya-tanya tentang bagaimana dan mengapa hal itu bisa terjadi. Namun, kami merasa terhibur karena dia pergi saat sedang melakukan apa yang paling dia cintai," ucap Reza.
Reza mengaku akan terus mengenang dan merindukan momen-momen bersama putra tercintanya.
"Saya akan merindukan rekan petualangan dan rekan ski saya. Tapi saya tahu, dia akan baik-baik saja di sana," pungkas Reza.
Dalam ibadah pemakaman, ayah Rylan, Reza Pribadi membeberkan keimginan terakhir sang anak.
Ia juga mengungkapkan betapa cintanya Rylan terhadap ski. Bahkan keputusan sang anak berkuliah di Jenawa adalah untuk bisa terus bermain ski.
Sejak usia Rylan tahun sudah menekuni olahraga ini hingga mencapai level advanced.
Kecintaannya terhadap ski lah yang membuat Rylan menginginkan menempuh pendidikan di Swiss.
"Dia bahkan mencoba membujuk kami untuk mengirimnya kuliah ke Jenewa agar dia bisa dengan mudah mengakses beberapa lereng ski terbaik di dunia," kata Reza mengutip taya gan Youtube Atoe mtvm, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, ski adalah satu-satunha yang bisa membuat Rylan bersemangat menjalani hari-harinya.
Reza juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan sang putra sudah benar dan ia percaya dengan kemampuan Rylan.
"Kami ingin mengklarifikasi bahwa Rylan melakukan hal yang benar. Kami sudah melarangnya untuk bermain di luar jalur dan dia mematuhi itu," ucap Reza.
Sebelumnya, dalam ibadah pemakaman ibunda Rylan Henry Pribadi tampak memberikan ucapan terakhir.
"Beristirahatlah dengan tenang putraku. Terima kasih sudah menjadi putra terbaik. Dan aku berharap kau berpikir aku adalah ibu terbaik yang dimiliki. Aku mencitaimu. Tuhan memberkati dan menjagamu sayang," kata sang ibu.
Reza Pribadi juga terlihat tegar menemani sang istri sambil memeluknya.
Di acara pemakaman itu juga pihak keluarga turut memutarkan video karena ingin menunjukkan sosok Rylan kepada banyak orang.
"Saya berharap dengan vidio ini akan menunjukan betapa istimewahnya anak kami," ungkapnya.
Profil Henry Pribadi
Henry Pribadi atau Henry Setiawan Pribadi lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 1948 dengan nama Tionghoa Liem Oen Hauw.
Bersama kedua saudaranya, Andry Pribadi dan Wison Pribadi, Henry merintis Napan Group pada Maret 1972.
Henry Pribadi dikenal sebagai salah satu pengusaha besar di Indonesia yang dikenal luas pada era kejayaan konglomerasi nasional decade 1980-1990.
Di tangan pribadi bersaudara, Napan Group tumbuh pesat hingga berambah ke berbagai sektor bisnis strategis, mulai dari manufaktur, petrokimia, perkebunan, property, perbankan, telekomunikasi, hingga media.
Pada era 1990-an, Napan Group menapaki puncak kejayaan. Napan Group tercatat memiliki puluhan anak usaha dan masuk konglomerasi terbesar Indonesia.
Bahkan di tahun 1996, pendapatan Napan Group dilaporkan tembus lebih dari Rp1 triliun.
Sejumlah unit usaha yang masih aktif hingga saat ini, antara lain di sektor industri kemasan plastik, terigu, properti, komunikasi, perhotelan, dan pengolahan bahan baku industri.
Kini, salah satu anak yang melanjutkan bisnis keluarga tersebut adalah Reza Pribadi.
Reza tercatat sebagai pengusaha di sektor investasi dan pertambangan, baik di dalam maupun di luar negeri.
Sejumlah tokoh nasional menyampaikan bela sungkawa. Di antaranya Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie.
"Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat saya Reza Pribadi @rezpribadi. Rylan juga cucu dari mantan tetangga kami, Pak Henry Pribadi," tulisnya di Indtagram pribadinya @anindyabakrie.
"Sebagai sahabat karib, saya juga turut merasakan kehilangan atas berpulangnya Rylan di usia yang masih sangat muda. Apalagi Rylan juga merupakan sahabat putra saya. Dari usia dini, Rylan melambangkan kepintaran, tata krama, sportifisme, kerja keras dan prestasi yang membanggakan," tambahnya.
Anindya berkeyakinan Tuhan punya rencana indah di balik duka Reza dan keluarganya.
"Semoga Reza dan keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Amin," pungkasnya. (muu/ree)