- Ist
Basarnas Temukan Badan Pesawat ATR 42 Hilang Kontak di Maros, Evakuasi Terkendala Medan Terjal
Ia menambahkan, kondisi cuaca di sekitar lokasi juga menjadi tantangan tersendiri. Kabut tebal menutupi kawasan lereng, sehingga pergerakan tim SAR harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
“Teman-teman sudah sampai di area, tetapi sekarang masih terkendala kabut dan jalur yang ekstrem,” lanjutnya.
Jalur Evakuasi Pesawat ATR 42 Hilang Kontak Lewat Pendakian
Terkait rencana evakuasi pesawat ATR 42 hilang kontak, Andi Sultan menyebut pihaknya akan menggunakan jalur pendakian sebagai rute utama. Meski ada jalur lain yang lebih dekat, medan yang terlalu curam dinilai berisiko bagi keselamatan personel SAR.
“Kami rencanakan jalur evakuasi tetap melalui jalur pendakian karena aksesnya paling memungkinkan dan lebih aman. Yang dekat itu sebenarnya ada, tapi terlalu terjal,” jelasnya.
Saat ini, sekitar 400 hingga 500 personel SAR gabungan disiagakan di lokasi untuk membantu proses pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42 hilang kontak. Personel berasal dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, relawan, serta unsur masyarakat setempat.
Fokus Utama Masih Pencarian dan Evakuasi
Basarnas menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan titik jatuh pesawat ATR 42 hilang kontak dapat dijangkau dengan aman, sebelum dilakukan evakuasi terhadap korban dan puing-puing pesawat. Setelah lokasi benar-benar dikuasai tim SAR, proses lanjutan seperti identifikasi dan investigasi akan dilakukan oleh pihak terkait.
“Yang paling utama sekarang adalah keselamatan tim di lapangan dan memastikan akses aman ke badan pesawat ATR 42 hilang kontak tersebut,” tegas Andi Sultan.
Hingga Minggu pagi, operasi SAR pesawat ATR 42 hilang kontak di Maros masih terus berlangsung. Basarnas mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dan tidak menyebarkan spekulasi terkait kondisi pesawat maupun korban sebelum ada pernyataan resmi dari otoritas berwenang. (nsp)