- Istimewa
Detik-detik Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Tim SAR 200 Meter dari Titik Penemuan Serpihan
Pangkep, tvOnenews.com - Satu korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) jenis ATR 42-500 akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan.
Korban ditemukan 200 meter di bawah tebing dari lokasi awal penemuan serpihan pesawat di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko membenarkan penemuan satu orang korban jatuhnya pesawat IAT ATR 42-500 tersebut.
"Tim kita selain berhasil mengevakuasi beberapa puing pesawat, rupanya tadi sudah saya yakinkan kepada tim yang di depan melalui komunikasi radio bahwa sudah ditemukan satu korban," ujarnya kepada wartawan, Minggu (18/1/2025).
Bangun menyebut saat ini korban tersebut dalam proses evakuasi ke Posko Aju Desa Tompobulu, Kecamatan Baloci, Kabupaten Pangkep.
"Sekarang sedang berupaya untuk kita evakuasi ke Posko Aju di Tompobulu ini," ujarnya.
Meski begitu, Bangun belum bisa memastikan kondisi korban, termasuk identitasnya. Bangun menyebut tim butuh kerja keras untuk mengevakuasi korban.
"Kondisi korban, kami belum bisa menyampaikan di sini. Yang jelas, ini butuh effort yang cukup keras, karena memang kondisinya luar biasa," jelasnya.
Bangun menyebut saat ini kondisi di puncak Gunung Bulusaraung dalam kondisi berkabut. Apalagi, medan terjal juga menjadi kendala.
"Tetapi ini tidak sulit kalau mungkin kita akan melaksanakan perjalanan ke Posko Aju di Tompobulu ini," kata dia.
Bangun menjelaskan korban ditemukan di bagian utara dari puncak Gunung Bulusaraung. Ia menyebut korban ditemukan 200 meter di bawah tebing bersamaan dengan puing-puing pesawat.
"Di sebelah utara dari puncak. Kalau gambar yang sudah kita share tadi yang ada bekas serpihan di puncak tadi," sebutnya
Bangun menambahkan rencananya korban tersebut akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan identifikasi.
Ia menyebut tim DVI Polri tidak bisa pindah dari RS Bhayangkara Makassar ke Rumah Sakit TNI AU Dodi Sarjoto.
"Setelah sampai di sini, nanti akan langsung kita bawa ke RS Bayangkara. Sesuai dengan kesepakatan kemarin, rupanya tim DVI kita tidak bisa berpindah-pindah. Jadi akan kita proses di RS Bhayangkara," tuturnya.