- Antara
Dalam Sepekan Dua Parpol Baru Berdiri, Melawankan Kembali Prabowo dengan Anies pada Pemilu 2029, Ini Profil Kedua Parpol Tersebut
Jakarta, tvOnenews.com-Dalam sepekan dua partai politik berdiri dan mendukung salah satu elit politik pilihannya sebagai bakal calon Presiden Republik Indonesia pada 2029. Kemarin, Minggu (18/1) organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik menyatakan harapan agar mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dapat menjadi Presiden Republik Indonesia.
“Kami menginginkan bahwa pemimpin nasional nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 Gerakan Rakyat di Jakarta.
Selain itu, Sahrin mengatakan bahwa arah perjuangan Gerakan Rakyat ke depannya adalah Anies Baswedan. “Sudah jelas arah perjuangan kita ke depan bahwa di kondisi seperti apapun, Anies Baswedan adalah Gerakan Rakyat dan Gerakan Rakyat adalah Anies Baswedan,” katanya.
Adapun Anies telah diberikan kartu tanda anggota nomor 0001 oleh Sahrin pada 17 Desember 2025.
Sementara itu, dia mengatakan Gerakan Rakyat menargetkan pada Februari 2026 sudah terdaftar di Kementerian Hukum RI sebagai parpol.
Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh kader Gerakan Rakyat untuk berjiwa militan demi memenuhi syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai parpol.
“Insyaallah kita akan mampu mendirikan satu partai politik, Partai Gerakan Rakyat ini, dan memenuhi seluruh syarat-syarat yang diminta oleh negara,” katanya optimistis.
Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo Jadi Presiden
Sebelumnya pada Sabtu (17/1) Partai Gema Bangsa menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gema Bangsa Muhammad Sopiyan saat membacakan deklarasi partai di Jakarta, Sabtu. "Partai Gema Bangsa mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden dalam pemilu tahun 2029," kata Sopiyan saat membacakan deklarasi di Jakarta.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq mengatakan dukungan partainya bukan tanpa alasan. Menurutnya membangun Indonesia bukan tugas ringan dan lima tahun dinilai terlalu singkat.
"Membangun Indonesia yang begitu besar itu enggak cukup 5 tahun, enggak realistis kalau hanya satu periode. Dua periode itu syarat minimal seseorang pemimpin itu bisa teruji, apakah yang menjadi bagian dari gagasannya atau misi perjuangannya itu bisa tercapai atau tidak," ujar Rofiq.