- Antara
Dulu Ogah Mundur dan Ngaku Amanah, Kini Bupati Pati Sudewo Malah Terjaring OTT KPK
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Pati usai Bupati Pati, Sudewo, dilaporkan terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penangkapan ini menjadi sorotan tajam lantaran sang bupati sempat menjadi sasaran kemarahan warga akibat kebijakan pajaknya yang kontroversial.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan kabar penangkapan kepala daerah yang berasal dari Partai Gerindra tersebut.
"Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW," ungkap Budi di Gedung Merah Putih KPK, Senin (19/1/2026).
Meskipun membenarkan penangkapan tersebut, pihak KPK belum merinci secara mendetail mengenai kasus korupsi apa yang menjerat Sudewo. Saat ini, proses pemeriksaan terhadap sang bupati sedang berlangsung secara maraton.
"Saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus," tambah Budi Prasetyo.
Jatuhnya Sudewo ke tangan KPK seolah mengingatkan publik pada gelombang protes besar-besaran yang sempat mengguncang Pati pada pertengahan tahun 2025.
Kala itu, Sudewo memicu amarah rakyatnya setelah nekat menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga mencapai 250 persen.
Kebijakan mencekik itu membuat ribuan warga turun ke jalan dan mendesak Sudewo untuk menanggalkan jabatannya sebagai orang nomor satu di Pati. Namun, di tengah desakan mundur yang masif, Sudewo justru bersikukuh untuk tetap bertahan.
"Saya akan istiqomah, akan amanah untuk membangun Kabupaten Pati sebaik-baiknya," tegas Sudewo pada Rabu (27/8/2025) silam, saat menanggapi tuntutan mundur dari para demonstran.
Kala itu, Sudewo juga meminta agar masyarakat tetap menjaga suasana kondusif dan mengeklaim akan merangkul semua elemen masyarakat meskipun dirinya didemo habis-habisan. Ia menganggap unjuk rasa sebagai dinamika demokrasi yang wajar.
"Saya meminta masyarakat kompak dan solid. Yang demo, tolong kondusif. Semua akan kami rangkul untuk Kabupaten Pati yang kondusif dan aman," tuturnya saat itu.
Kini, komitmen "istiqomah" dan "amanah" yang pernah diucapkannya harus diuji di hadapan hukum setelah tim penyidik KPK berhasil mengamankannya dalam operasi senyap tersebut.