- Antara
Banjir Meninggi Hingga Dada Orang Dewasa, Warga Kampung Melayu Masih Nekat Bertahan di Rumah
Jakarta, tvOnenews.com - Kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, kembali terendam banjir parah pada Kamis (22/1) malam.
Ketinggian air dilaporkan telah menyentuh angka 125 sentimeter (cm), menyusul kenaikan status Bendungan Katulampa di Bogor, Jawa Barat, yang kini berada pada level Siaga 3.
Lonjakan debit air ini dirasakan warga di wilayah Kebon Pala, Jatinegara. Menurut Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, kenaikan air terjadi sangat cepat akibat hujan deras dengan durasi yang cukup lama sejak sore hari.
"Bendungan Katulampa informasinya sudah Siaga 3. Saat ini ketinggian air di RT 13/RW 04 dilaporkan terus meningkat hingga mencapai 125 cm," ungkap Sanusi saat ditemui di lokasi.
Ia merinci bahwa pada pukul 16.00 WIB, air sebenarnya baru setinggi 75 cm. Namun, karena intensitas hujan yang tak kunjung reda, genangan terus merangkak naik hingga melewati satu meter.
"Curah hujannya deras dan lama. Jam 4 sore sudah 75 cm, lalu naik terus sampai sekarang 125 sentimeter," sambung Sanusi.
Meski kondisi di luar rumah cukup mencekam, mayoritas warga Kampung Melayu masih memilih untuk tidak mengungsi. Mereka lebih memilih bertahan di lantai dua rumah masing-masing yang dianggap masih cukup aman dari jangkauan air.
Kendati demikian, aksi penyelamatan sempat dilakukan terhadap seorang warga lanjut usia (lansia) yang sedang menderita sakit. Lansia tersebut dievakuasi ke lantai atas rumahnya untuk menjamin keselamatan di tengah kondisi darurat.
Kesiagaan aparat juga mulai terlihat di titik-titik banjir. Sejumlah personel gabungan dari Brimob, Satpol PP, Samapta, hingga Polda Metro Jaya telah berada di lokasi untuk memantau situasi.
Walaupun petugas sudah bersiaga, hingga saat ini bantuan logistik maupun proses evakuasi massal belum dilakukan.
Sanusi pun memberikan peringatan kepada warganya bahwa potensi air kembali naik masih sangat besar.
"Kalau hujan deras dan lama lagi, air bisa naik lagi," ujarnya.
Hingga kini, warga diimbau untuk tetap waspada, terutama jika cuaca ekstrem kembali melanda dan debit air dari hulu kembali meningkat. (ant/dpi)