- dok.Setpres
Di Hadapan Pemimpin Dunia, Prabowo Tegaskan Jalan Keluar dari Kemiskinan: Negara Wajib Menangkan Pendidikan
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak ditentukan oleh kekayaan alam semata, melainkan oleh kualitas manusia yang dibangun melalui pendidikan.
Di panggung World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama pemerintahannya.
Di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo menekankan bahwa kegagalan negara dalam menyediakan pendidikan yang layak akan berujung pada kemiskinan struktural dan stagnasi nasional.
“Saya yakin bahwa sumber daya manusia menentukan pertumbuhan dan hasil yang jangka panjang. Pembangunan manusia dan kualitas sumber daya manusia adalah kunci bagi bangsa yang maju dan sejahtera. Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal,” kata Prabowo, dikutip Jumat (23/1/2026).
Sebagai wujud konkret komitmen tersebut, pemerintah meluncurkan program Sekolah Rakyat, sebuah skema pendidikan berasrama yang secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Program ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi yang selama ini sulit ditembus.
“Sejauh ini, kami telah membangun 166 sekolah asrama bagi masyarakat yang sangat miskin. Ini mungkin sesuatu yang unik karena biasanya sekolah asrama hanya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga mampu. Kini, saya membangun sekolah asrama bagi mereka yang paling miskin,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan bahwa seleksi peserta didik dilakukan secara ketat dengan mengutamakan kelompok ekonomi paling bawah.
“Salah satu syarat untuk masuk sekolah tersebut, mereka harus berasal dari desil terbawah. Kami ingin memutus mata rantai kemiskinan,” tegasnya.
Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga mendorong modernisasi sistem belajar melalui program digitalisasi sekolah. Lewat kebijakan ini, negara mendistribusikan papan interaktif digital (PID) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Hingga akhir 2025, sebanyak 288.000 sekolah telah menerima PID, dan pemerintah menargetkan penyaluran tambahan 1 juta unit pada 2026.
“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia memiliki sedikitnya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital. Dengan begitu, misalnya saya berada di Jakarta, saya dapat mengunjungi sekolah manapun di Indonesia dan melihat langsung kualitas pengajaran para guru serta respons para murid,” kata Prabowo.
Tak hanya itu, Prabowo memastikan program renovasi sekolah akan dipercepat secara masif. Pada 2025, pemerintah telah merenovasi 16.140 sekolah dan menargetkan peningkatan signifikan pada tahun ini.
“Tahun ini kami akan meningkatkan renovasi sekolah. Saya bertekad untuk memodernisasi dan merenovasi 60.000 sekolah,” ucapnya.
Melalui rangkaian kebijakan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar sektor pembangunan, melainkan instrumen strategis negara untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan dan memastikan masa depan Indonesia yang berdaulat dan berdaya saing global. (agr)