- Veros Afif/tvOne
Pemandangan 'Mengerikan' Ribuan Ton Minyak Tumpah di Laut Sumenep, Aktivis Pecinta Alam Beberkan Ancaman Besar
Sumenep, tvOnenews.com - Diduga alami kebocoran, kapal tongkang milik Indo Ocean Marine yang mengangkut ribuan ton CPO (Crude Palm Oil) kandas di perairan Pulau Gili Iyang, Sumenep Madura.
Buntutnya pemandangan 'mengerikan' terlihat di lautan Sumenep, air yang harusnya berwarna biru, kini tampak berwarna orange.
Sebanyak lima orang anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi oleh warga setempat.
Kini ribuan ton minyak tampak lingkungan dan biota laut di perairan Kabupaten Sumenep terancam rusak dan tercemar.
- tvOne - Veros Afif
Aktivis pecinta alam, Suprayitno, menjelaskan bahwa ribuan ton tumpahan minyak CPO ini dikategorikan berbahaya, terhadap kerusakan biota laut, karena air laut di perairan Sumenep pasti tercemar.
"Minyak sawit memang bukan minyak bumi, meski terbuat dari tumbuhan, tumpahan CPO sangat mengancam keasrian wilayah laut di Sumenep, khususnya di Pulau Oksigen Gili Iyang ini," ungkap Suprayitno, Jumat (23/1/2026).
Menurut Suprayitno, tumpahan CPO di Pulau Gili Iyang tersebut dapat menurunkan kualitas air laut, karena CPO membentuk lapisan minyak di permukaan, sehingga menghambat masuknya cahaya matahari, dan menyebabkan oksigen terlarut turun, dampaknya ikan bisa mati lemas.
Selain itu, menurutnya tumpahan CPO itu juga dapat mematikan biota laut, dimana minyak sawit dapat menempel di insang ikan, dan sebabkan gangguan pernapasan, menutupi telur ikan, larva, dan plankton.
- Veros Afif/tvOne
Bahkan parahnya organisme dasar laut (kerang, teripang) paling terdampak dari tumpahan minyak tersebut.
"Dampak tercepat dapat terjadi terutama di perairan dangkal dan tertutup," katanya.
Seperti merusak ekosistem pesisir, jika terdampar, mangrove bisa membusuk, Lamun mati karena tertutup minyak, keadaan tersebut berpotensi semakin parah, jika proses pemulihan sangat lambat.
"Karena endapannya dapat menyebabkan bau busuk dan racun alami. CPO yang terurai menghasilkan: asam lemak bebas, gas berbau menyengat (H₂S) Air jadi keruh, hitam kecokelatan," tambahnya.
Suprayitno juga menyebutkan, dampaknya terhadap para nelayan dan mnasyarakat, karena ikan akan menjauh dari lokasi tumpahan.
- Veros Afif/tvOne
"Nelayan kehilangan mata pencaharian dan hasil tangkap bisa ditolak pasar karena bau dan kualitas turun," katanya.
Menurut warga Desa Banraas Pulau Gili Iyang, Rahmat, dirinya beserta warga lainnya yang berkerja sebagai nelayan, memang cukup khawatir dengan adanya tumpahan CPO ini, khususnya terhadap hasil tangkapan ikan disekitarqn pulau Gili Iyang ini.
"Kami memang khawatir lingkungan laut kami tercemar, semoga ada solusi, karena kami menggantungkan hidup dari hasil laut," singkat Rahmat.
Sementara itu terkait persoalan ini, tidak ada keterangan resmi dari otoritas pemerintah terkait hal ini, meski berupaya melakukan konfirmasi ke Polres Sumenep dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep pun tidak membuahkan hasil. (vaf/muu)