news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira

Jawaban Bahlil Soal Peluang Anak Buahnya Kena Reshuffle Prabowo

Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Bahlil Lahadalia respons soal rencana perombakan kabinet atau reshuffle oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons soal rencana perombakan kabinet atau reshuffle oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.

Ketua Umum Partai Gorlkar ini tidak menjawab dengan tegas soal peluang reshuffle bagi kader partainya di kursi menteri.

Ia menegaskan jika menteri hanyalah pembantu presiden.

"Kita sebagai menteri itu kan pembantu presiden," kata Bahlil usai rapat dengan Komisi XII DPR di kompleks parlemen, Kamis (22/1).

Menurutnya Presiden berhak mengangkat dan memberhentikan menteri. 

Bahlil menegaskan bahwa reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.

"Yang namanya pembantu presiden, mengangkat, memberhentikan menteri itu adalah hak prerogatif presiden," ujarnya.

Respons Anggota DPR RI

Isu reshuffle itu direspons oleh Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay.

Saleh menyebut jika reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo dan telah dijamin dalam konstitusi.

Menurutnya, sejak awal Prabowo yang meminta para menteri untuk bergabung sebagai pembantunya dalam kabinet pemerintahan.

Dalam perjalanannya, Presiden juga yang mengevaluasi dan memonitor kinerja para menteri. 

Maka, jika kemudian ada yang perlu dievaluasi, menurut Saleh, itu adalah hak Presiden yang dijamin dalam konstitusi.

“Siapa pun tidak punya kewenangan untuk membatasi kewenangan presiden ini. Penilaiannya tentu murni dari beliau. Bisa saja berdasarkan evaluasi pribadi atau bisa juga atas masukan orang lain yang dinilainya benar,” katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Ia juga menilai dalam reshuffle pasti ada orang yang tidak puas. Namun, apabila sudah menjadi keputusan Presiden, maka semua harus mengikuti.

“Bisa saja orang itu berharap Prabowo mengganti seseorang yang dianggap tidak mampu. Tapi, pada kenyataannya ternyata yang diganti adalah orang yang dianggapnya rajin dan berhasil,” katanya.

Terkait posisi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh yang merupakan Wakil Ketua Umum DPP PAN itu mengatakan apabila memang ada reshuffle, PAN berharap penggantinya jauh lebih baik dari yang sebelumnya. 

Pasalnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Prabowo dalam periode ini.

“Tidak hanya pekerjaan rutin seperti biasa. Tetapi ada tantangan besar yaitu melaksanakan dan membumikan Astacita Prabowo-Gibran. Selain itu, ada juga musibah di Sumatera yang memerlukan perhatian dan penanganan yang sangat serius,” ucapnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral