- Antara
Banjir Masih Melanda Jakarta, 19 RT dan Satu Ruas Jalan Tergenang Minggu Pagi
Jakarta, tvOnenews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 19 RT dan satu ruas jalan di wilayah ibu kota masih tergenang banjir hingga Minggu pagi. Genangan ini merupakan dampak hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1).
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air meluap di sejumlah titik permukiman warga. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
“BPBD terus memantau perkembangan genangan dan melakukan koordinasi lintas instansi agar air bisa segera surut,” ujar Yohan di Jakarta, Minggu.
Sebaran Wilayah Terdampak
Di Jakarta Barat, tercatat tiga RT masih tergenang banjir. Satu RT berada di Kelurahan Kembangan Selatan dengan ketinggian air sekitar 35 sentimeter, sementara dua RT lainnya berada di Kelurahan Kembangan Utara dengan ketinggian air 30 hingga 40 sentimeter.
Wilayah Jakarta Timur menjadi kawasan dengan jumlah titik genangan terbanyak, yakni 15 RT. Rinciannya meliputi empat RT di Kelurahan Bidara Cina dengan ketinggian air 85 hingga 140 sentimeter, empat RT di Kelurahan Kampung Melayu dengan ketinggian sekitar 110 sentimeter, lima RT di Kelurahan Cawang dengan ketinggian 20 sentimeter, serta dua RT di Kelurahan Cililitan dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.
Sementara di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Kapuk Muara masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter.
Tak hanya permukiman warga, genangan juga masih terjadi di Jalan Kembangan Raya, Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, dengan ketinggian air sekitar 35 sentimeter. Kondisi ini sempat mengganggu mobilitas kendaraan di kawasan tersebut.
Ratusan Warga Mengungsi
Akibat banjir yang belum sepenuhnya surut, ratusan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah dan pengurus lingkungan setempat. BPBD mencatat lokasi pengungsian tersebar di beberapa wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
Di Jakarta Barat, pengungsi tersebar di sejumlah masjid, mushola, balai warga, hingga sekolah. Di antaranya Masjid Baitul Rahman, Masjid Hidayatussalam, Mushola Nurul Ikhsan, Balai Warga Rawa Buaya, serta beberapa sekolah dasar di wilayah tersebut. Selain itu, warga di Kelurahan Kembangan Selatan dan Kembangan Utara juga mengungsi di kantor layanan logistik, gang lingkungan, mushola, hingga sekolah.
Sementara di Jakarta Timur, pengungsi berada di Musholla Al Islah dan Saung Lapangan Tenis di Kelurahan Cawang, Aula Kelurahan Bidara Cina, Gedung SKKT, Masjid Al Abror, serta sekolah dan masjid di wilayah Kampung Melayu.
Di Jakarta Utara, pengungsian dilakukan di Gang Masjid Nurul Jannah RW 02, Kelurahan Kapuk Muara.
Total pengungsi mencapai ratusan kepala keluarga dengan ribuan jiwa terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.
Upaya Penanganan BPBD
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah terdampak. Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) guna melakukan penyedotan air dan memastikan saluran drainase berfungsi optimal.
Selain itu, BPBD bekerja sama dengan lurah dan camat setempat dalam pendataan warga terdampak serta penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, seperti makanan, air bersih, selimut, serta perlengkapan bayi.
“Genangan ditargetkan bisa surut dalam waktu cepat. Kami terus berupaya agar warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing,” kata Yohan.
Imbauan untuk Warga
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga juga diminta untuk menghindari aktivitas di lokasi tergenang, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta segera melapor kepada petugas jika membutuhkan bantuan evakuasi atau logistik.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan penanganan banjir terus dilakukan secara terpadu, baik melalui upaya normalisasi saluran air, pengerahan pompa, maupun penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak. (ant/nsp)