news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tersesat di Lokasi Banjir Bandang Agam, Tujuh Pemuda Berhasil Dievakuasi Tim SAR dalam Kondisi Selamat.
Sumber :
  • Istimewa

Tersesat di Lokasi Banjir Bandang Agam, Tujuh Pemuda Berhasil Dievakuasi Tim SAR dalam Kondisi Selamat

Tujuh pemuda yang hilang di lokasi banjir bandang Agam berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan dalam kondisi selamat, Senin dini hari.
Senin, 26 Januari 2026 - 08:03 WIB
Reporter:
Editor :

Agam, tvOnenews.comTim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh pemuda yang dilaporkan hilang di kawasan hulu Sungai Rangeh, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Senin, 26 Januari 2026 dini hari. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat, meski mengalami kelelahan setelah tersesat selama beberapa jam di kawasan hutan.

Proses pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, PMI, hingga masyarakat setempat. Operasi dilakukan sejak Minggu sore hingga malam hari, menyusul laporan keluarga yang kehilangan kontak dengan ketujuh pemuda tersebut.

Koordinator Lapangan Basarnas Padang, Atta Priyono, mengatakan evakuasi berlangsung dalam kondisi medan yang cukup sulit dan minim penerangan. Tim SAR menggunakan alat bantu cahaya untuk menyusuri lokasi hingga akhirnya berhasil menemukan para korban dan membawa mereka kembali ke pemukiman warga dengan selamat.

“Korban ditemukan dalam kondisi selamat dan hanya mengalami kelelahan. Evakuasi dilakukan pada malam hari menggunakan alat penerangan dari lokasi hingga ke permukiman,” ujar Atta di Lubuk Basung, Senin.

Ketujuh pemuda yang dievakuasi diketahui bernama Fahri, Fakhri, Rifal, Bima, Andika, Farel, dan Romi. Mereka dilaporkan hilang sejak Minggu, 25 Januari 2026, sore hari setelah pergi ke kawasan hulu Sungai Rangeh untuk melihat lokasi yang sebelumnya terdampak banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Menurut keterangan tim SAR, para korban awalnya bermaksud meninjau langsung kondisi kawasan tersebut. Namun, saat hendak kembali pulang, mereka tidak menemukan jalur yang biasa dilalui dan akhirnya tersesat di dalam hutan. Kondisi medan yang sulit serta minimnya penunjuk arah membuat mereka berputar-putar tanpa menemukan jalan keluar.

Dalam situasi tersebut, para korban berinisiatif menghubungi pihak keluarga melalui telepon genggam untuk meminta bantuan. Selain itu, mereka juga membuat api unggun sebagai tanda keberadaan agar mudah terlihat oleh tim pencari.

“Tim SAR gabungan menemukan sumber api yang dibuat korban dengan jarak sekitar 1,1 kilometer dari titik pencarian awal,” kata Atta.

Keberadaan api unggun tersebut menjadi petunjuk penting bagi tim SAR dalam menentukan arah pencarian. Setelah memastikan lokasi, tim segera bergerak menuju titik tersebut dan menemukan ketujuh pemuda dalam keadaan selamat. Selanjutnya, mereka dievakuasi secara bertahap menuju pemukiman warga terdekat.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:43
02:27
01:02
05:57
01:10
02:57

Viral