- ig@ustadzabdulsomad_official
Selain Dideportasi, Ini Sederet Kontroversi Ustadz Abdul Somad
Jakarta - Ustadz Abdul Somad dikabarkan dideportasi dari imigrasi Singapura melalui unggahan foto dan video singkat dirinya dalam sebuah ruangan, dikutip Selasa (17/5/2022).
Ustadz Abdul Somad yang bertujuan berlibur tidak mengetahui alasan pihak imigrasi mendeportasi dirinya, pasalnya tidak ada satupun pegawai yang bisa menjelaskan. Menurut UAS, yang harus memberikan penjelasan adalah pihak duta besar Singapura yang ada di Indonesia.
Tak hanya kali ini, pemberitaan mengenai UAS menimbulkan beragam kontroversi. Berikut adalah kontroversi-kontroversi lain dari sosok Ustadz Abdul Somad.
Bercerai dengan Mellya Junarti
Ustadz Abdul Somad resmi bercerai dengan mantan istrinya, Mellya Junarti pada 12 Januari 2021. Sebelumnya, pendakwah kondang ini telah mengajukan perceraian sejak 12 Juli 2019. UAS menceraikan Mellya dikarenakan tidak patuh sebagai istri, salah satunya Mellya tidak mau memakai kerudung panjang.
Mellya sendiri menduga ada orang ketiga di dalam rumah tangga mereka, ia menunjukan puluhan screenshot bukti percakapan WhatsApp UAS dengan perempuan asal Malaysia inisial LA.
Diketahui, UAS dan Mellya menikah pada 20 Oktober 2012 dan telah dikaruniai seorang putra.
Dugaan Menghina Salib
UAS pernah dilaporkan Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI) ke polisi terkait ceramah jin kafir dalam salib.
Dalam klarifikasinya, UAS mengatakan ia tidak berniat sengaja menghina salib maupun agama Kristen. Ia mengaku ceramah itu sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya dalam pengajian tertutup di suatu masjid di Pekanbaru, Riau.
Ditolak Masuk ke Beberapa Negara
Tak hanya Singapura, UAS juga pernah ditolak masuk dari beberapa negara lain. Hal ini diungkap sendiri oleh UAS yang menceritakan berbagai kisahnya. Seperti pada saat ia mengunjungi Swiss, saat tiba di imigrasi Swiss, ia tak diperkenankan masuk.
Selanjutnya terjadi pada saat ia ingin ke Inggris, ia tak diizinkan menggunakan pesawat Royal Brunei.
Beberapa bulan kemudian, saat mengunjungi Timor Leste, ia mendapat penolakan masuk, padahal ia sudah terjadwal untuk bertemu dengan seorang uskup dan Mantan Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao.
Belanja di Starbucks akan Masuk Neraka
Pada Oktober 2017, UAS pernah menyatakan muslim yang berbelanja di Starbucks akan masuk neraka karena kebijakan pro-LGBT dari Starbucks.