- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Kisah Ariendra Ralea, Bocah Kelas 3 SD di Kulon Progo Terpaksa Bawa Adiknya Sekolah karena Sang Ibu Sakit Kanker
Kulon Progo, tvOnenews.com - Bocah berusia 9 tahun, bernama Ariendra Ralea menyimpan ketegaran yang tak biasa untuk anak seusianya.
Bocah kelas 3 di SDN Gembongan, Kabupaten Kulon Progo tersebut harus membagi fokus antara waktu belajar dan mengasuh adiknya di sekolah.
Ariendra membawa adiknya, Reyfan Elcaraka (3) ke sekolah setiap harinya. Selama kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, ia ditemani sang adik yang duduk tenang di sampingnya.
Rutinitas ini dilakoninya dengan ikhlas sejak enam bulan terakhir ini, lantaran kondisi sang ibu, Rubiyanti (36) yang sedang berjuang melawan kanker.
"Ibu sakit kanker payudara jadi harus kemoterapi, sehingga adik pertama saya bawa ke sekolah," ucap Ariendra, Rabu (28/1/2026).
Penyakit kanker yang dialami Rubiyanti membuat kondisi fisiknya lemah. Sebagai orang tua tunggal, ia kesulitan dalam merawat ketiga anaknya.
Kondisi itu yang membuat Ariendra mengambil alih peran sebagai kepala rumah tangga di usia dini mulai dari mengurus kebutuhan rumah tangga hingga merawat sang ibu.
Diketahui, Rubiyanti beserta ketiga anaknya yang berusia 9 tahun dan dua lainnya yang masih balita tinggal di sebuah rumah kontrakan wilayah Mentobayan, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo.
Kepala Sekolah SDN Gembongan, Pri Hastuti Komarul mengungkap bahwa Ariendra adalah murid yang rajin dan memiliki prestasi belajar yang baik.
"Setiap pagi, ia membawa dua tas, satu berisi buku dan satu lagi berisi perlengkapan adiknya seperti susu dan pakaian ganti. Ia tidak pernah mengeluh," ungkapnya.
Tali Asih
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat memberikan bantuan tali asih kepada Ariendra menyusul kondisinya yang harus bersekolah sambil membawa adiknya karena himpitan ekonomi dan persoalan keluarga.
Tali asih diberikan langsung kepada Ariendra di kompleks SDN Gembongan.
Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respon cepat setelah pihaknya menerima laporan mengenai kondisi sosial dan ekonomi keluarga Ariendra.
"Kami sangat tersentuh dengan semangat dan keteguhan anak ini. Ia menunjukkan keteladanan luar biasa di usia yang masih sangat muda," ujar Nur.
Melalui pemberian tali asih ini, Disdikpora Kulon Progo berharap dapat meringankan beban ekonomi keluarga yang bersangkutan.