news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi IHSG..
Sumber :
  • Antara

IHSG Ambruk dan Trading Halt, Ekonom: Pasar Menilai Institusi Lebih Keras Daripada Angka Indeks

Gejolak pasar modal yang berujung trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 8 persen dinilai sebagai sinyal krisis kepercayaan yang jauh lebih dalam dibanding sekadar fluktuasi indeks.
Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:20 WIB
Reporter:
Editor :

“Jika pemerintah menaikkan syarat free float ke 15% dan memperluas ruang investasi dana pensiun serta asuransi ke 20 persen portofolio, pasar akan menghargainya hanya bila kebijakan itu berjalan bersama pengungkapan kepemilikan yang kuat dan penegakan yang tegas,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengalaman lintas negara menunjukkan peningkatan free float berkorelasi dengan perbaikan likuiditas, namun hasilnya sangat bergantung pada kualitas tata kelola.

“Bukti lintas negara menunjukkan free float yang lebih tinggi berkorelasi dengan likuiditas yang lebih baik, jadi reform ini masuk akal, tetapi hasilnya bergantung pada kualitas tata kelola,” ujarnya.

Rangkaian gejolak pasar ini terjadi bersamaan dengan pengunduran diri Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK), serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek (DKTK).

Di hari yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman juga menyatakan mundur dari jabatannya.

Syafruddin menekankan, di tengah turbulensi ini, kepercayaan menjadi modal paling mahal di pasar keuangan.

“Karena itu, negara perlu memprioritaskan reform transparansi, penegakan, dan kualitas data, karena kepercayaan menjadi modal paling mahal dalam pasar keuangan,” pungkasnya.(agr/raa)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral