news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Profil Rizal, Pejabat Bea Cukai yang Pernah Pimpin Operasi Lintas Negara sebelum Terjaring OTT KPK.
Sumber :
  • Istimewa

Profil Rizal, Pejabat Bea Cukai yang Pernah Pimpin Operasi Lintas Negara sebelum Terjaring OTT KPK

Jejak karier Rizal di Bea Cukai dari Direktur Penindakan hingga Kepala Kanwil sebelum ditangkap KPK dalam OTT terkait dugaan korupsi impor.
Jumat, 6 Februari 2026 - 12:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Rizal, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Operasi tersebut dilakukan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dan diduga berkaitan dengan proses importasi barang.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyebut OTT tersebut berangkat dari dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan impor yang melibatkan pihak swasta dan oknum aparat. Berdasarkan informasi yang beredar, Rizal diamankan tim Kedeputian Penindakan KPK di wilayah Lampung, hanya dua hari setelah ia resmi dimutasi ke daerah tersebut.

Penangkapan ini langsung menyita perhatian publik, mengingat Rizal dikenal sebagai pejabat yang lama berkiprah di bidang penindakan dan pengawasan kepabeanan. Jejak kariernya di lingkungan Bea dan Cukai tercatat cukup panjang, terutama dalam operasi lintas batas dan pemberantasan penyelundupan.

Awal Karier hingga Jabatan Strategis

Rizal merupakan pejabat karier di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Ia sempat menduduki sejumlah posisi strategis sebelum dipercaya menempati jabatan Direktur Penindakan dan Penyidikan di kantor pusat DJBC.

Pada 2023, Rizal menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam, salah satu wilayah dengan arus lalu lintas barang internasional tersibuk di Indonesia. Dari posisi tersebut, ia kemudian dipromosikan ke kantor pusat sebagai Direktur P2 Bea dan Cukai, jabatan yang diembannya hingga November 2025.

Dalam kapasitas sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan, Rizal dikenal aktif memimpin operasi pengawasan terhadap penyelundupan barang dan pelanggaran kepabeanan lintas negara. Ia kerap tampil dalam berbagai operasi nasional yang melibatkan kerja sama antarinstansi dan aparat penegak hukum.

Puncak Karier: Direktur P2 Bea Cukai

Salah satu operasi yang menonjol selama masa kepemimpinan Rizal adalah Operasi Patkor Kastima ke-29 pada 2025. Operasi ini digelar di wilayah perairan Indonesia dengan melibatkan armada laut Bea Cukai dalam skala besar.

Dalam operasi tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengerahkan:

  • 18 kapal Fast Patrol Boat (FPB)

  • 9 kapal speed boat

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:08
01:30
03:26
01:09
03:47
02:01

Viral