- Istimewa
Eks Miss Indonesia Bengkulu Sherley Yahya Kornaat Telusuri Bali, Sumba Hingga Lombok untuk First Class Indonesia
Di Sumba, perjalanan berlabuh di NIHI Sumba, ikon global yang dikenal karena pendekatannya terhadap keberlanjutan, dampak sosial, dan pelestarian tradisi lokal.
Di Bali, pemirsa diajak merasakan keanggunan Viceroy Bali, resor eksklusif yang memadukan privasi, spiritualitas, dan lanskap alam Ubud.
Sementara itu, Lombok ditampilkan melalui The Lombok Lodge, representasi pariwisata berkelas yang tenang, autentik, dan selaras dengan lingkungan.
Melalui kurasi ini, First Class Indonesia menegaskan visinya: memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi kelas dunia yang mampu berdiri sejajar dengan yang terbaik secara global, tanpa kehilangan jati diri dan nilai lokalnya.
Sebagai bagian dari visinya membangun legacy budaya, Sherley juga menjadikan serial ini sebagai panggung bagi desainer dan kreator Indonesia.
Fashion ditampilkan sebagai ekspresi identitas dan warisan, bukan sekadar estetika. Desainer dan brand yang terlibat antara lain Ivan Gunawan, Ghea, Priyo Oktaviano, Arturro (Bali), Je Suis Flirt, Levicoo, dan Tulola.
Serial ini diperkaya oleh kehadiran para tamu inspiratif seperti William Wongso, pakar kuliner Indonesia; Herman den Blijker, chef internasional; dan Rob Peetoom, entrepreneur kreatif yang masing-masing membawa perspektif tentang rasa, budaya, dan kreativitas.
First Class Indonesia ditayangkan secara resmi di RTL4 dan tersedia untuk streaming melalui Videoland sepanjang tahun 2026.
Program ini didukung oleh Wonderful Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM), serta diposisikan sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia di panggung global. Namun bagi Sherley, makna terdalam dari proyek ini tetap bersifat personal.
“Bagi saya, membangun legacy bukan tentang dikenang sebagai individu,” ujar Sherley dalam keterangannya pada Minggu (8/2/2026).
“Tetapi tentang bagaimana Indonesia dikenang dengan nilai, jiwa, dan kebijaksanaan yang kita miliki," sambungnya.
Melalui First Class Indonesia, Sherley Yahya Kornaat menegaskan bahwa perempuan Indonesia tidak hanya hadir sebagai simbol atau wajah, tetapi sebagai pemikir, penerjemah budaya, dan pembangun masa depan relevan secara editorial, kredibel secara intelektual, dan kuat secara visi.