- ANTARA
Dewan Pers Beberkan Penyebab Utama Gelombang PHK Perusahaan Media di Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan media konvensional di Indonesia disoroti Dewan Pers.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, ungkap penyebab meningkatnya PHK di perusahaan media yang saat ini banyak terjadi.
Menurutnya dominasi platform global yang menyedot potensi pendapatan iklan menjadi penyebab utama gelombang PHK di perusahaan media.
Pernyataan tersebut disampaikan Komaruddin di sela-sela Konvensi Nasional Media Massa, dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Aula Aston Hotel, Kota Serang, Banten, Minggu (8/2/2026).
- ANTARA/Desi Purnama Sari
Menurutnya, iklan yang dulunya menjadi "amunisi" atau sumber pendapatan utama bagi televisi dan media arus utama lainnya, kini beralih ke media sosial dan layanan video berbagi seperti YouTube.
"Sekarang ini semua media tradisional mengalami PHK karena pendapatannya (income) menurun. Dari mana income-nya? Dari iklan. Iklan larinya ke medsos," katanya.
Dewan Pers berharap pemerintah dapat segera menciptakan regulasi yang adil untuk mencegah hegemoni platform global dan menyeimbangkan ekosistem bisnis media di tanah air.
Jika pemerintah tidak ikut campur tangan menciptakan keadilan dan keseimbangan, maka media arus utama (mainstream) akan terus mengalami kesulitan finansial yang berujung pada pengurangan tenaga kerja.
"Kalau pemerintah tidak ikut menciptakan keadilan, media mainstream itu kemudian mengalami kekurangan pendapatan (revenue) dan akhirnya PHK," ujarnya. (ant)