news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ribuan Karung Limbah B3 Minyak Hitam Cemari Pantai Bintan.
Sumber :
  • Kurnia Syaifullah/tvOne

Ribuan Karung Limbah B3 Berisi Minyak Hitam Cemari Pantai Bintan

Ribuan karung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) berupa minyak hitam terdampar di Pantai Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. 
Rabu, 11 Februari 2026 - 15:02 WIB
Reporter:
Editor :

Bintan, tvOnenews.com - Ribuan karung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) berupa minyak hitam terdampar di Pantai Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau

Pencemaran yang telah berlangsung selama dua pekan terakhir itu terus bertambah setiap hari dan mengotori pesisir wisata tersebut.

Warga pertama kali menemukan karung-karung berisi minyak hitam terbawa arus laut hingga ke garis pantai. 

Dalam waktu singkat, jumlahnya membengkak hingga ribuan karung, membuat masyarakat kewalahan melakukan pembersihan secara mandiri.

Karung berisi limbah B3 minyak hitam terdampar di Pantai Wisata Bintan
Sumber :
  • Kurnia Syaifullah/tvOne

Nelayan setempat, Yusron Munir, mengatakan fenomena ini rutin terjadi saat musim angin utara. Namun tahun ini kondisinya jauh lebih parah.

“Peristiwa terdamparnya limbah minyak hitam ini terjadi setiap tahun tepatnya pada musim angin utara. Namun limbah minyak hitam yang terdampar pada tahun ini jumlahnya sangat banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan pencemaran tersebut berdampak serius terhadap ekosistem laut dan sektor pariwisata. 

Keluhan wisatawan, terutama mancanegara, mulai bermunculan karena minyak sulit dibersihkan saat menempel di tubuh maupun pakaian.

“Ini jelas merugikan kita. Turis komplain karena kalau sudah kena minyak, sangat sulit dibersihkan. Ekosistem laut pun rusak,” tegasnya.

Ansar meminta TNI AL dan seluruh instansi penjaga perairan memperketat pengawasan. Ia menduga pembuangan limbah dilakukan secara ilegal pada malam hari.

“Pasti mereka buang limbahnya tengah malam. Karena itu pengawasan harus diperketat,” tambahnya.

Sementara itu, DLH Kepri bersama DLH Bintan terus melakukan pembersihan. 

Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH Kepri, Noviandi, menyebut limbah diduga berasal dari perairan Out Port Limit (OPL) yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura.

“Limbah minyak hitam tersebut diduga terbawa arus dari perairan Out Port Limit yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura,” jelasnya.

Hingga kini, proses pembersihan dan penelusuran sumber limbah masih berlangsung. (ksh/muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:40
03:36
01:21
03:05
02:53
01:33

Viral