- tim tvOne
Pendampingan Digitalisasi UMKM, Warung 17 Surabaya Optimalkan Media Sosial
Surabaya, tvOnenews.com - Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara masyarakat memperoleh informasi dan melakukan pembelian. Media sosial kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi salah satu media pemasaran utama, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sayangnya, meskipun peluangnya besar, masih banyak UMKM yang belum mampu memanfaatkan media sosial secara strategis dan terencana.
Kondisi tersebut melatarbelakangi tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Peningkatan Kapasitas UMKM dalam Pengelolaan Media Sosial sebagai Strategi Pemasaran Digital. Kegiatan ini dilaksanakan di Warung 17 Surabaya, sebuah UMKM kuliner yang berlokasi di wilayah Tenggilis Mejoyo, Surabaya.
Program pendampingan ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, yaitu dari November 2025 hingga Januari 2026. Metode yang digunakan adalah pendampingan langsung dan berkelanjutan, yang dinilai lebih efektif dibandingkan pelatihan satu arah, khususnya bagi UMKM yang memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya.
Ketua tim pengabdian, Eka Putri Wulandari, menyampaikan bahwa tantangan utama yang dihadapi UMKM saat ini tidak hanya terletak pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan memasarkan produk secara digital. Banyak pelaku UMKM telah memiliki akun media sosial, namun belum didukung oleh strategi konten yang jelas, jadwal unggahan yang konsisten, serta pemahaman mengenai cara berinteraksi dengan konsumen. “Media sosial kerap hanya dimanfaatkan untuk mengunggah foto produk tanpa perencanaan yang matang. Padahal, jika dikelola dengan strategi yang tepat, media sosial dapat menjadi sarana untuk membangun citra usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kepercayaan konsumen,” ungkapnya.
Sebelum kegiatan pendampingan dilakukan, Warung 17 Surabaya masih mengandalkan pemasaran konvensional, seperti penjualan langsung di lokasi dan promosi dari mulut ke mulut. Pemanfaatan media sosial belum dilakukan secara optimal, baik dari sisi branding, pembuatan konten promosi, maupun interaksi dengan pelanggan. Akibatnya, potensi pemasaran digital belum dimanfaatkan secara maksimal.
Melalui program ini, tim dosen memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya media sosial dalam pemasaran digital, penguatan identitas dan branding UMKM, serta pemilihan platform media sosial yang sesuai dengan karakter usaha. Selain materi konseptual, pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan praktis, seperti teknik pengambilan foto dan video produk menggunakan perangkat sederhana, penyusunan caption yang menarik dan komunikatif, hingga strategi berinteraksi dengan konsumen secara efektif.
Pendampingan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi operasional mitra agar tidak mengganggu aktivitas usaha sehari-hari. Tim pengabdian turut mendampingi dalam proses perencanaan konten, menjaga konsistensi unggahan, serta memberikan evaluasi dan masukan terhadap konten yang telah dipublikasikan.
Hasil pendampingan mulai terlihat secara bertahap. Aktivitas media sosial Warung 17 Surabaya menjadi lebih terstruktur dengan konten yang lebih menarik dan informatif. Unggahan tidak lagi hanya menampilkan produk, tetapi juga memuat informasi harga, cara pemesanan, serta komunikasi yang lebih personal dengan konsumen. Selain itu, terjadi peningkatan interaksi dengan audiens yang ditunjukkan melalui bertambahnya jumlah likes, komentar, dan pesan langsung dari calon pelanggan. Peningkatan ini menjadi indikator awal meningkatnya visibilitas usaha serta kepercayaan konsumen terhadap UMKM mitra.
Meskipun peningkatan penjualan belum dapat diukur secara kuantitatif akibat keterbatasan data transaksi, peningkatan jangkauan dan keterlibatan konsumen di media sosial dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan usaha dalam jangka panjang. Pelaku UMKM juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengelola media sosial secara mandiri setelah program pendampingan berakhir. Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama keterbatasan waktu dan pemahaman terhadap fitur lanjutan media sosial, seperti analitik dan iklan berbayar. Oleh karena itu, diperlukan komitmen berkelanjutan agar pengelolaan media sosial dapat terus berjalan secara konsisten dan berkembang.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim dosen UPN “Veteran” Jawa Timur berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas digital UMKM. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model pendampingan yang dapat diterapkan pada UMKM lain, khususnya di sektor kuliner dan usaha mikro di wilayah perkotaan. Dengan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga beradaptasi dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin berbasis digital. (gol)